oleh

Musim Caleg “Ringem”

Ah, memang begitulah kualitas demokrasi kita di negeri ini. Hal ini tak lain karena kita masih menganggap bahwa demokrasi itu hanya sebatas merebut kekuasaan, bukan pendidikan. Kita masih menganggap demokrasi itu sebatas Pemilu, Pilkada dan Pilpres. Padahal lebih dari itu demokrasi adalah salah satu cara mengelola negeri menuju ke arah yang lebih baik setiap periode.

Salah satu bagian dari demokrasi itu adalah Pemilu, Pilkada dan Pilpres. Seharusnya demokrasi yang sudah kita jalani berpuluh-puluh tahun ini menjadikan kita lebih baik dan penuh dengan nilai pendidikan. Nyatanya, pendidikan politik kita masih sebatas perebutan kekuasaan dengan berbagai macam cara, bukan bagaimana memberikan gagasan serta mengelola negara menjadi lebih baik. Demokrasi seperti ini seringkali membuat seseorang yang sedang berusaha merebut kekuasaan tidak lagi menjadi dirinya, tapi sudah menjadi orang lain bahkan orang asing demi sebuah pencitraan.

Loading...

loading...

Menjadi Diri Sendiri
SUATU hari, istri saya nyeletuk sambil tersenyum: “Kamu kok, nyaleg dak nyaleg, dak berubah aok. Tetap santai bae dan tetap”.

Kepada isteri saya pun menjawab: “apa yang harus saya rubah, karena saya tetap menjadi diri saya sendiri. Ahmadi Sopyan yang sekenek e, dak pacak diatur-atur dan tetap bengal. Paling yang berubah sekarang saya jarang di rumah karena harus banyak bertemu orang dan sering kedatangan tamu, lalu akhir-akhir ini nampaknya makin sering muka saya muncul di koran dan berbagai pemberitaan. Kalau perilaku nggak ada yang berubah, karena memang nggak bisa ikut-ikutan pencitraan dan dibuat-buat agar menarik simpati masyarakat”.  Isteri pun tersenyum.

Komentar

BERITA LAINNYA