oleh

Menteri Naikkan Harga BBM Premium, Presiden Batalkan, Ada Apa?

Babelpos.co – Keputusan Pemerintah lewat Kementerian ESDM menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium menuai polemik. Karena keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan itu hanya bertahan beberapa jam saja.  Presiden Joko Widodo memutuskan untuk menurunkan harga tersebut. Keputusan Presiden Jokowi ini lantas melahirkan penafsiran berbeda dari publik.

Awalnya, kenaikan BBM jenis premium ini berlaku di wilayah Jawa, Madura dan Bali menjadi Rp 7000 per liter. Sementara di luar Jawa seharga Rp 6.900 per liter. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW) mengaku bingung dengan keputusan Menteri ESDM Ignasius Jonan menaikan harga BBM. Sebab, setelah itu oleh Jokowi keputusan itu dibatalkan. Tentu saja ini terlihat aneh. Sebab tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi bangsa.

loading...

“Ini bagian dari yang tersampaikan kepada publik yang begitu teramat sangat terbuka. Menteri Jonan menaikkan BBM, satu jam kemudian diturunkan lagi karena arahan dari Presiden. Jadi ini juga satu hal yang aneh. Satu tahun yang lalu harganya dinaikkan dengan tidak mempertimbangkan kepada daya beli masyarakat,” kata HNW wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (11/10).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, keputusan yang berbeda antara Menteri dan Presiden ini menjelaskan ketidaksiapan dalam internal Pemerintah. Jadi sangat terlihat kalau sistem koordinasi antara kabinet Pemerintah tak sejalan dan juga tidak memenuhi logika publik.

“Jadi ini bagian-bagian yang menurut saya harusnya tidak tersampaikan ke publik. Menteri menaikkan harga, kemudian Presiden menurunkan dengan berargumentasi yang aneh-aneh. Seharusnya itu dikoordinasikan di internal Pemerintah. Jadi ini ada apa, politik koordinasi di dalam kabinet Pak Jokowi. Kok Menteri bisa menaikkan, kemudian bisa diturunkan,” herannya.

Komentar

BERITA LAINNYA