oleh

Mengerikan.. Kesaksian Frans Toni, Dosen Penyelam Puing Lion Air JT610

Selama menyelam pada Rabu dan Kamis pekan lalu, Frans memang mengakui bahwa telah menemukan yang berhubungan dengan pesawat. Sayangnya, karena beberapa hal, dia enggan membeberkan secara gamblang apa saja yang dia temukan.

Begitu pula dengan salah seorang relawan penyelam yang meninggal dunia ketika melakukan penyelaman. Frans tak ingin informasi mengenai akibat meninggalnya rekan penyelam tersebut simpang siur. Dia meminta lebih baik dari satu pintu yakni Basarnas.

loading...

Yang pasti, terangnya, relawan tersebut tidak tergabung atau bukan anggota relawan POSSI. “Relawan penyelam bukan POSSI saja, kami menyelam secara bergantian. Contohnya, saya setelah mencari hari Rabu dan Kamis. Hari Jumat dan Sabtu libur. Baru hari ini (Minggu) kembali dapat giliran,” terangnya.

Frans sendiri boleh dikatakan orang pertama yang mendirikan club selam di Kalsel. Dia ingat betul bahwa pada 2003 lalu, dia mendirikan club selam dengan nama Banjarbaru Diving Club. Selanjutnya pada 2007, Frans juga membentuk Unit Selam ULM yang pada unitnya terdapat Underwater Rescue. “Saat ini saya lebih banyak bantu rekan di BPBD maupun Tagana dalam memberikan pembelajaran menyelam di dasar laut,” tandasnya.

Pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 itu sendiri diperpanjang tiga hari mulai hari ini (5/11). Fokus utama adalah mencari jenazah korban yang berada tak jauh dari lokasi utama puing-puing pesawat yang kecelakaan pada Senin (28/10) itu. Jenazah korban juga dicari di pantai dari Tanjung Pakis sampai Pantai Sedari, Karawang sepanjang 20,24 kilometer. (fab/JPC)

Komentar

BERITA LAINNYA