oleh

Mengenang B.J Habibie: Kasih Abadi dengan Ainun Pilihan Mami (3)

CINTA Rudy Habibie dan Ainun yang sudah melegenda tidak tumbuh begitu saja. Jauh sebelum dua hati itu berpadu, mereka hanyalah dua remaja biasa yang tidak saling melirik.

Keduanya sama-sama genius. Tidak heran, salah seorang guru sekolah mereka, Go Ke Hong, sering menjodoh-jodohkan keduanya. Rudy yang belum cinta menjadi salah tingkah

Loading...

Tidak nyaman karena terus dipanas-panasi. Belum lagi kawan-kawan Rudy yang mulai ikut-ikutan meledeknya.

Bagi Rudy, tiada yang menarik pada diri Ainun remaja. Kulit gelap Ainun karena kebanyakan bermain voli membuat Rudy tidak tertarik. Bahkan, Rudy pernah meledek Ainun. “Saya pernah kurang ajar kepada Ainun. Saya pernah meneriakinya jelek. Hitam. Gendut. Tapi, ternyata itulah jodoh,” kata Rudy Habibie kepada Jawa Pos saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jumat pagi (10/6).

Kisah mereka di SMA lantas berakhir tanpa pernah ada benih cinta. Rudy pun menjalin hubungan dengan gadis lain. Namanya Farida. Blasteran Belanda-Indonesia. Usianya dua tahun di atas Rudy. Kala itu, cukup banyak gadis yang mendekati Rudy. Kebanyakan berusia di atas umur Rudy. Entah apa alasannya. Rudy pun masih tidak mengerti.

Cerita cinta dengan Farida tidak mulus. Setelah Rudy pergi ke Jerman, hubungan keduanya kian tidak jelas. Apalagi kala itu komunikasi jarak jauh tidak semudah sekarang. Untuk menelepon sebentar saja, alamak biayanya. Surat pun jadi satu-satunya alat komunikasi yang murah. Itu pun harus menunggu berbulan-bulan untuk bisa menerima sepucuk surat.

Komentar

BERITA LAINNYA