oleh

Mencegah Pernikahan Dini dengan Gerakan Literasi (Menjadi Orang Tua Lebih Peduli pada Pendidikan)

Budi Rahmad – Wartawan Babel Pos dan Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana Babel —

PROVINSI Bangka Belitung (Babel) berada pada posisi tiga besar dalam daftar sebagai provinsi dengan angka perkawinan anak tertinggi. Babel dengan angka 37,19 persen berada di bawah Kalimantan Selatan sebagai penghuni puncak dan Kalimantan Tengah urutan kedua. Peringkat ini naik satu tangga jika dibanding tahun 2017 lalu yang berada di urutan keempat.

Loading...

loading...

Ini bukanlah berita baik. Pasalnya perkawinan dini juga mengakibatkan peningkatan angka putus sekolah. Di mana ujung dari rendahnya pendidikan adalah lahirnya benih-benih kemiskinan dan turunnya angka indeks pembangunan manusia atau lebih dikenal IPM. Dalam konteks yang lebih luas, hal itu berdampak pada terhambatnya pembangunan.

Bahkan Menteri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yambise samapi memiliki ide ingin lahirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang atau Perppu. Bahkan menurut Pemerintah Belakangan, lanjutnya, presiden menyetujui ide tersebut.(Babel Pos, Minggu 22 April 2018)

Gubernur Babel Erzaldi Roesman juga resah dengan posisi Babel ini. Di tahun 2017 lalu Erzaldi mengajak langsung untuk mengentaskan masalah fenomena pernikahan anak di bawah umur tersebut. Menurut gubernur pernikahan usia dini terjadi pada anak—anak yang secara perkembangan aspek psikologis baik perkembangan psikologis fisik, aspek perkembangan psikologis kognitif dan psikologi emosi anak yang rentan dalam artian belum cukup usia dan belum dewasa saya sampaikan jangan menikah di bawah umur.

Gubernur memberikan imbauan yang ditujukan kepada orang tua untuk membantu pemerintah dalam mencegah terjadinya pernikahan usia dini. Orang tua merupakan garda terdepan yang memiliki peranan utama dalam mengasuh, mendidik dan membentuk karakter anak sehingga dengan terbentuknya karakter anak. Melalui peran aktif keluarga, Gubernur berpandangan pernikahan dini dapat dicegah dan tidak terjadi.

Cukupkah imbauan itu hanya didengar saja? Saya pikir tidak. Perlu ada upaya juga dari setiap orang tua untuk terus menggiring anaknya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Harus ada usaha dari orang tua dan masyarakat agar anak-anak untuk terus bersekolah setinggi mungkin.

Komentar

BERITA LAINNYA