oleh

Menanti ‘Nyali’ KPK Usut Aliran Dana Buku Merah

Dalam buku catatan bank  merah  itu terdapat sejumlah dugaan aliran uang ke Kapolri Tito Karnavian, yang saat itu masih menjabat Kapolda Metro Jaya. Selain itu juga tercatat aliran uang dari Basuki ke sejumlah pejabat di Tanah Air. Buku catatan aliaran dana itu merupakan barang bukti catatan keuangan CV Sumber Laut Perkasa milik Basuki Hariman terkait kasus dugaan suap impor daging di Surya Tarmiani. Kasus Basuki Hariman berawal dari operasi tangkap tangan Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, awal tahun 2017 lalu.

Namun kini buku catatan keuangan tersebut sudah tidak lagi utuh, karena sekitar 19 halaman yang diduga berkaitan dengan catatan aliran uang suap itu telah dengan sengaja dirusak dan dihilangkan. Dari penelusuran IndonesiaLeaks ternyata ada dugaan barang bukti itu dirusak oleh dua orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun. Dugaan pengrusakan barang bukti terekam CCTV di lantai 9 Gedung KPK.

loading...

Namun KPK gagal melakukan peoses pemeriksaan dugaan pelanggaran disiplin dua penyidik tersebut, pasalnya saat tengah dalam proses  pengusutan,  institusi asal kedua penyidik tersebut yakni Polri sudah lebih dahulu menariknya untuk kembali bertugas di Polri.  Akhirnya KPK memulangkan dua penyik itu k Polri.

Keduanya penyidik itu Roland dan Harun setelah kembali bertugas di Polri mendapatkan promosi jabatan. Kapolri, Jenderal (Pol) Tito Karnavian pada Maret lalu mengangkat AKBP Roland Ronaldy sebagai Kapolres Cirebon, sementara, Kompol Harun dipercaya bertugas di Direktorat Kriminal Khusus di Polda Metro Jaya per Oktober 2017.

Diketahui, Selaku pengusaha impor daging sapi, Basuki Hariman, akhirnya memberikan uang suap ke berbagai pihak. Tujuannya, untuk memuluskan kepentingannya dalam berusaha. Uang suap yang berhasil dibuktikan oleh KPK yakni mengalir ke mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar senilai US$ 70 ribu yang digunakan sebagai biaya umrah.

Komentar

BERITA LAINNYA