oleh

Menanti ‘Nyali’ KPK Usut Aliran Dana Buku Merah

Adi menjelaskan, jika buku merah itu katanya berisi catatan. “Itu buku dicatat oleh Kumala Dewi. Jangan artikan orang yang menyerahkan, tapi mencatat. Yang menyuruh mencatat namanya Basuki Hariman. Dia mencatat, sekarang pertanyaannya apa isi catatan? Menurut Kumala Dewi, setiap yang bersangkutan mendapatkan perintah untuk mencatat dari Basuki Hariman,” terangnya.

“Dia (Kumala Dewi) catat sesuai isi perintah Basuki Hariman. pertanyaannya apa dalam catatan itu benar, kuncinya ada di siapa? Basuki Hariman. Basuki Hariman sudah kita periksa, sudah kita mintai klarifikasinya. Basuki Hariman menyatakan, bahwa hal-hal apa saja yang ia catat dalam buku itu adalah semata-mata untuk  kepentingan dirinya,  tidak ada urusannya,”sambungnya.

loading...

Lebih jauh Adi menuturkan, penyerahan kepada sesuai dalam buku catatan itu adalah keterangan Basuki Hariman. “Kaitannya dengan untuk mengurangi laba perusahaan. Kalau laba kurang maka bonus karyawan juga kurang. Itu tujuannya dia (Kumala Dewi) mencatat. kami pun sudah mendalami. Kalau memang uang itu untuk kepentinagn dirinya sudah kita break down. Bahwa uang itu untuk kepentingannya banyak, untuk kepentingan pribadi dan keluarga,”bebernya.

Jadi menurut Adi, kaitan dengan buku catatan itu tidak ada inlinenya dengan penggunaannya. Itu hannya inisiasi Basuki Hariman untuk keperluan dirinya. “Untuk mengurangi laba perusahaan dan mengurangi bonus kepada karyawan. Itu ketetangan yang bersangkutan dalam berita acara,” pungkasnya.

INVESTIGASI
Publik dikejutkan dengan hasil investigasi sejumlah media yang tergabung IndonesiaLeaks. Investigasi itu menyebutkan  adanya dugaan aliran dana terhadap berbagai pihak yang diduga juga untuk pejabat negara dan pejabat Polri, termasuk Kapolri Tito Karnavian. Ini tercatat dalam buku Bank merah yang menjadi barang bukti di KPK dalam mengusut kasus suap impor daging di Surya Tarmiani.

Komentar

BERITA LAINNYA