oleh

Menanti ‘Nyali’ KPK Usut Aliran Dana Buku Merah

Dimana modus operandi adalah dokumen persyaratan lelang sampai sertifikat persyaratan lelang seperti yang dikeluarkan Green Building Council Indonesia bisa dengan mudahnya diduga dipalsukan oleh pemenang lelang perusahaan PT Permata Anugerah Yalapersada untuk mengarap proyek pembangunan gedung SMF rawat inap kelas I di RSUD Ulin tersebut. Permainan proyek seperti ini sebetulnya  bisa digagalkan oleh KPK, Dimana panitia lelang seharusnya sudah diperiksa KPK, dan kemungkinan  PT Permata Anugerah Yalapersada sudah masuk daftar hitam.

“Tetapi dari kasus diatas, aparat Hukum seperti gagal. Maka untuk itu, kami meminta kepada KPK sudah waktunya menggarap kasus besar seperti temuan Indoensialeaks, yang didugaa adanya aliran dana dari buku merah milik CV Laut Perkasa kepada petinggi Polri, Jendetal Tito Karnavian. Karena saat ini, integritas pimpinan KPK sedang diuji, antara cepat selesaikan buku merah atau mendapatkan kartu merah ketika temuan Indonesialeaks hanya sebuah Opini buat KPK,” tutupnya.

loading...

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo mengatakan Kepala Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM),Herry Muryanto tengah memeriksa ulang CCTV soal dugaan penyobekan buku merah di ruang kolaborasi KPK, namun hingga kini belum dapat dipastikan hasilnya.  Ia meminta agar lebih baik menunggu hasil pemeriksaan dari PIPM KPK.

Lalu soal dugaan aliran dana buku merah tersebut, Agus menilai akan sangat sulit pembuktiannya, pasalnya berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) Basuki Hariman, tidak ada keterangan yang menyebutkan aliran dana seperti yang tertulis di buku merah. “pembuktiannya susah begitu orangnya ngomong saya tidak nerima, tidak ada alat bukti yang lain, apa yang mau kami pakai,” katanya.

Sedangkan, Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengatakan, kasus terkait buku merah adalah adanya dugaan tindak pidana proses lelang daging. “Jadi rekan-rekan kasus masalah ini gini. Buku merah ini berkaitan dengan kasusnya Basuki Hariman. Urusan permasalahan adanya dugaan tindak pidana gratifikasi, dalam proses lelang daging. Nah kemudian ada namanya muncul buku merah,”katanya di Polda Metro Jaya.

Komentar

BERITA LAINNYA