oleh

Memperkuat Kemelayuan (Bagian Keempat)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —
ORANG Melayu Bangka sangat mengutamakan musyawarah atau betason dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan. Mufakat atau sepakat sangat diutamakan dan sangat dihindari tindakan “besakat” apalagi sampai “bekarat”.

————

loading...

SELISIH paham atau besakat sampai bertengkar dan berkelahi (bekarat) menjadi sesuatu yang dihindari dalam bermusyawarah. Nilai-nilai budi sangat diutamakan dalam musyawarah, baik budi bahasa, budi daya maupun budi pekerti. Musyawarah juga dilakukan dalam konteks kekerabatan seperti dalam hal perkawinan dengan cara betason, baik betason tua maupun betason muda.

Melaksanakan pembangunan negeri dengan saling tulong. Merayakan bersama rasa sukacita dengan nganggung sedulang cerak sedulang ketan. Mengerjakan ladang atau ume dengan besao dan saling tulong dan dalam mendirikan/memindahkan rumah di kampung dengan cara dikerjakan dan dipikul bersama secara gotong royong.

Dalam hal mata pencaharian hidup seperti muket, ngeroh aik, nube, belapun, musung madu juga dilakukan secara bersama-sama dalam kelompok organisasi sosial tradisional. Musyawarah, betason, saling tulong, gotong royong, ngangung sedulang cerak sedulang ketan, berbagai macam organisasi sosial tradisional terkait mata pencaharian hidup adalah ciri-ciri sikap kemasyarakatan orang Melayu Bangka.

Kemelayuan ini harus tetap dijaga dan dilestarikan keberadaan dan pelaksanaannya. Saat ini ciri-ciri kemelayuan mulai luntur dan melemah pada masyarakat Bangka. Upaya-upaya revitalisasi dan reaktualisasi ciri-ciri kemelayuan harus dilakukan secara sistematis dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Komentar

BERITA LAINNYA