oleh

Maulid Nabi & 18 Tahun Babel

Oleh: Ahmadi Sofyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial

MAULID Nabi Muhammad SAW tahun ini nampak sangat spesial bagi masyarakat Kepulauan Bangka Belitung, karena sehari setelahnya kita juga merayakan HUT Provinsi tercinta yang ke-18. Ini semua bukan kebetulan, tapi adalah keberkahan…

loading...

—————-

TAHUN ini, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sungguh terasa, sungguh ramai dan semoga menjadi berkah bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sampai hari ini perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW belum selesai, masih begitu banyak undangan perayaan harus saya hadiri.

Begitupula, tepat tanggal 20 November kemaren yang bertepatan dengan 12 Robi’ul Awwal, Desa kelahiran saya Desa Kemuja sebagaimana tahun-tahun sebelumnya merayakan Maulid Nabi dengan penuh kemeriahan. Namun apa daya, saya harus menghadiri juga perayaan Maulid di kampung-kampung lain dan setengah hari kembali ke kampung karena protes ratusan tamu yang datang ke rumah di kampung akibat saya nggak nongol-nongol sebagai tuan rumah.

Sehari setelah hari H-nya Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 21 November kita masyarakat Bangka Belitung pun meramaikan dengan berbagai kegiatan guna memperingati HUT Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-18.

Ibarat perempuan, usia 18 tahun adlaah usia yang sangat muda dan masih ranum. Ia haruslah menjadi perempuan yang cerdas, lincah, penuh daya tarik, semangat tinggi, berusaha keras menggapai cita-cita, mulai belajar mandiri, tak boleh lagi manja, sudah mulai senonoh alias inga, menutup aurat dari pandangan orang-orang yang tak berhak dan lain sebagainya.

Komentar

BERITA LAINNYA