oleh

Masyarakat Serdang Tolak Serahkan Lahan ke Jeriji

*Apendi: Lahan Itu Ada Sejarah & Historisnya
TOBOALI – Masyarakat Desa Serdang Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung (Babel) mengaku setuju dan mendukung rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) oleh perusahaan asal Jambi ‘PT Tama Buana Jaya’ di Desa Jeriji. Namun yang dikeluhkan dan dipermasalahkan oleh masyarakat Desa Serdang adalah status lahan untuk pembangunan pabrik CPO. Pasalnya, sebagian lahan yang digarap oleh perusahaan asal Jambi itu masih milik Desa Serdang bukan milik Desa Jeriji.

Menurut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Serdang, Sorikat, luas lahan Desa Serdang 26 ribu hektar berdasarkan peta kehutanan tahun 2004. Namun, dengan adanya peta baru sehingga luasan lahan menjadi berkurang bahkan sebagiannya masuk ke Desa Jeriji.

loading...

“Tentu kami merasa keberatan dengan hilangnya sekian ribu hektar lahan kami dari luasan sebelumnya 26 ribu hektar. Hal ini akan kami sampaikan ke Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung, dengan harapan agar dinas terkait dapat menindaklanjutinya, karena selama ini di lahan itu lah kami berkebun sahang (lada_red) dan sawit termasuk kebun kelompok tani, hingga ambil kayu untuk junjung sahang,” kata Sorikat kepada wartawan usai rapat bersama dengan Camat Toboali, Jusvinar, perwakilan Pemkab Basel yang dihadiri Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Mori Sanjaya dan Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRP), Hermawan, serta masyarakat dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Jeriji dan Serdang yang turut dihadiri Kanit Intelkam Polsek Toboali, Hendra Tama di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Camat Toboali, Rabu (6/3/2019).

Ditegaskan Sorikat, masyarakat Desa Serdang tidak mempermasalahkan rencana PT Tama Buana Jaya yang bekerja sama dengan Pemdes Jeriji mendirikan bangunan pabrik CPO di Desa Jeriji. “Silahkan saja dirikan bangunan pabrik CPO di Desa Jeriji, dan kami masyarakat Desa Serdang mendukung. Kami tidak mempermasalahkan rencana pembangunan pabrik CPO itu, asalkan bangunannya tidak berada di lahan Desa Serdang. Tapi yang terjadi sekarang sebagian lahan kita hilang dan masuk ke Desa Jeriji,” jelas Sorikat.

Komentar

BERITA LAINNYA