oleh

Mantak

Akhirnya ngomporin sana ngomporin sini, nge-gas sana nge-gas sini, sedangkan yang seharusnya jadi tukang lem atau tukang perekat, justru berpihak kepada kekuasaan dan uang. yang seharusnya bertindak adil, malah mengangkangi keadilan. Jadilah bermunculan parlemen jalanan, polisi jalanan, hakim jalanan dan tentara jalanan. Berikutnya diberbagai media muncul artis dadakan, pengamat dadakan, ustadz dadakan, pakar dadakan, yang memberikan komentar bukan menenangkan, tapi justru saling tuding saling ancam seperti kita kehilangan jati diri sebagai sesama anak bangsa yang dilahirkan dari ibu yang sama, Ibu Pertiwi.

Demokrasi kita adalah demokrasi mantak. Perilaku tidak dewasa yang saling menjelekkan, memfitnah, memprovokasi, menjatuhkan adalah demokrasi kekanak-kanakan. Munculnya penjilat penguasa, tukang kibul, media yang tak lagi netral, aparat yang seharusnya menjadi alat negara tapi berubah cepat menjadi alat penguasa, menjadi salah satu gaya adu domba meruntuhkan persatuan dan kesatuan bangsa.

loading...

Tak seharusnya kita bangsa Indonesia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun ini berperilaku kekanak-kanakan dalam berdemokrasi. Pilihan memang tak mungkin sama, tapi kita tetaplah sesama anak bangsa. Kekuasaan itu sangatlah singkat batasannya, tapi nama baik dan tindakan kita akan selalu ditoreh oleh tinta sejarah.

Akhir-akhir ini, demokrasi kita kelihatan sangat mantak. Perilaku ormas berseragam yang mengambil alih tugas Polisi dan TNI adalah salah satu awal kekacauan dalam demokrasi kita. Tugas dan wewenang lembaga negara seringkali diambil alih oleh organisasi-organisasi yang melebihi Polisi dan TNI (gayanya). Munculnya ormas yang merasa paling Pancasila, merasa paling berhak terhadap NKRI, merasa paling Bhennika Tunggal Ika, justru akan menimbulkan polemik yang semakin memburukkan suasana. Sehingga ia bisa melakukan tindakan sewenang-wenang melebihi aparat. Entah memang karena perilaku agik “mantak” ataukah hal ini sengaja diciptakan oleh pihak yang memiliki kepentingan. Kita mah, dak tau apelah!

Disinilah seharusnya peran pemerintah dan aparat hukum agar bertindak seadil-adilnya guna mendewasakan perilaku demokrasi kita agar kedepannya Indonesia kembali menjadi bangsa yang ramah, saling mencintai sesama anak bangsa, mengokohkan perilaku gotong royong, ormas saling sinergi dalam berbagai kegiatan, antar pemeluk agama saling menghormati, aparat hukum menjadi sahabat semua karena bekerja untuk negara (bukan penguasa). Wallahi…, saya kangen dengan suasana itu.

Komentar

BERITA LAINNYA