oleh

Malu Saya Tak Punya

Bukankah janji-janji seperti ini justru lebih realistis dan lebih gampang memenuhi atau menepatinya?

Bisa jadi saat ini, para Caleg yakin menang, karena terbuai kata-kata kemenangan oleh orang-orang sekitar atau istilah sekarang para tim sukses, tidak suka atau kurang suka mendengar pesan-pesan yang memojokkan bahkan kata-kata yang mengkhawatirkan.

loading...

Jika anda masuk yang terakhir ini, maka itu ciri-ciri orang yang akan kalah.
Ingat, kata yang pedas dan menyakitkan ketika pertandingan belum digelar, adalah justru kata-kata bijak yang sesungguhnya. Terlena akan pujian, mabuk oleh perasaan hebat sendiri, adalah pertanda duka di akhir kisah.

Tak ada yang lebih baik sebenarnya selain justru selalu siap tempur dan selalu mendengar pesan-pesan soal titik-titik lemah yang ada. Dan, jika akhirnya semua sudah dilakukan, Insya Allah memang kemenangan di depan mata. Tetapi, jika pun tetap kalah juga, ini sudah takdir. Karena perjuangan memang sudah maksimal adanya. Tapi, –sekali lagi– jujurkah kita mengakui bahwa kita sudah maksimal, namun memang lawan tetap lebih baik?

***

PERDANA MENTERI Jepang mundur karena tak bisa mewujudkan janjinya. Maaf, itu di luar negeri sana. Sebaliknya, pejabat negeri ini bertahan justru karena kebohongannya.

Perilaku politikus negeri ini memang banyak yang meniru perangai tikus. Selalu muncul dan merusak pemandangan saja. Tidak ada tikus yang muncul di saat kita membutuhkan. Pokoknya selalu ada dan muncul menjijikkan.

Komentar

BERITA LAINNYA