oleh

Makar

Oleh: AHMADI SOFYAN
Penulis Buku / Pemerhati Sosial —

GARA-GARA “fenomena” makar lagi booming, saya jadi kepikiran buka usaha warung dengan menu: Ikan makar, ayam makar, bebek makar, jagung makar dan segala jenis makar, lokasinya samping pos “Hansip” sambil buka google….
—–
ADA beberapa cerita dari sebuah kejadian penegakan hukum di negeri antah berantah nun jauh disana, yang belum mengenal peradaban hukum tapi banyak menciptakan penguasa hukum, pengusaha hukum bahkan juga penjual hukum. Seorang pemilik rumah yang memiliki CCTV melaporkan pencurian di rumahnya dengan barang bukti video dari CCTV tersebut, para tetangga pun heboh dan mendemo sang pencuri, kehebohan satu kampung itu membuat hansip kerepotan dan akhirnya menangkap sang pemilik rumah serta dimasukin ke dalam sel tahanan karena telah membuat kehebohan di kampung. Sedangkan sang pencuri bebas dari jeratan hukum dan kembali bebas melakukan aksinya.

Loading...

Suatu hari juga terjadi kejadian di ruang kelas. Seorang murid bernama Yani berteriak sehingga seisi ruangan kelas heboh: “Bu, si Akong nyontek!” lalu seisi kelas pun riuh dan suara bergemuruh menuding si Akong yang nyata-nyata mencontek saat ujian berlangsung”. Sang guru pun mengambil tindakan tegas yakni mengeluarkan si Yani dari kelas dan menghukumnya berdiri di depan ruangan kelas. Sedangkan si Akong tidak diapa-apakan dan melanjutkan dunia percontekan.

Lagi-lagi, suatu hari di negeri tersebut terjadi pembakaran sebuah mobil yang dilakukan oleh seseorang bernama Adok. Si Buni lantas berteriak minta tolong bahwa ada sebuah sedan terbakar di parkiran dengan si pembakar bernama Adok. Mendengar teriakan si Buni, datanglah Si Riziq, Dhani, Arifin, Abdul dan masyarakat lainnya. Mereka pun sigap memadamkan api yang sedang membara membakar sebuah mobil, selanjutnya mereka mengejar pelaku bernama Adok, namun kabur karena diselamatkan aparat desa.

Komentar

BERITA LAINNYA