oleh

Maaf, Publik Curiga? Soal Vonis 2 Bulan untuk Bos Smelter PMP, Asui

*Hakim: Itu Adil, Soal Tuntutan, Pledoi dan Vonis di Hari yang Sama, Tak Masalah
*Ancaman di UU Minerba, 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 M

MAAF, rendahnya vonis untuk Direktur Smelter PMP, Siauw Sui Thin alias Asui, membuat publik curiga. Salah satunya dari pemerhati pertambangan rakyat Bangka, Dedi Wahyudi.

Loading...

——————

DEDI mengaku kecewa atas perlakuan hukum yang istimewa terhadap para pemilik modal seperti Asui. Pemandangan hukum yang menyayat rasa keadilan ini menunjukan hukum sangat dipermainkan.

“Dua bulan vonis untuk bos smelter yang terbukti melakukan pelanggaran hukum di bidang pertambangan sangat tidak patut. Hal ini kontradiktif dengan penambang kecil yang bermodal cangkul dan dulang dihukum sampai 8 bulan penjara,” kata Dedi.

Menurut Dedi pertimbangan majelis hakim sangat dangkal, serta sangat jauh dari pemenuhan rasa keadilan yang sesungguhnya. Para penambang kecil diuber-uber hanya untuk mengisi perut hingga berujung ke penjara. Sementara pemilik modal seperti Asui berorientasi pada kapital dan profit. “Kalau penambang kecil saja dipenjara tinggi semestinya bosnya harus lebih tinggi lagi, bukannya 2 bulan penjara itu,” sesalnya.

Dedi juga mengaku curiga majelis berani memutus ringan seperti ini dikarenakan pengawasan publik terutama media terkait perkara ini rendah. “Kita menilai vonis rendah ini juga akibat luputnya pengawalan media atas kasus ini. Tetapi akhirnya tercium juga, sehingga tetap saja menuai gejolak,” tambahnya.

Seperti diketahui, Asui diringkus Mabes Polri 11 Oktober 2018 lalu. Saat itu Mabes berhasil mengamankan 9 kantung pasir timah kering ilegal di smelter PT PMP yang diangkut menggunakan truk warna kuning merk Mitsubishi Colt nopol BN 8036 QB. Dari sinilah akhirnya menyeret Asui sebagai tersangka dan akhirnya jadi pesakitan di Pengadilan Negeri Sungailiat.

Komentar

BERITA LAINNYA