oleh

LPPOM MUI Babel Akui Banyak Temukan Produk Tak Sesuai Standar Halal

Babelpos.co  PANGKALPINANG – LPPOM MUI Provinsi Bangka Belitung sejak resmi di launching Januari 2016 memang banyak sekali menemukan produk-produk yang tidak sesuai standar yang beredar di tengah-tengah masyarakat khususnya juga bagi kalangan umat muslim. Dan salah satunya adalah terkait kehalalan produk makanan maupun minuman.

Misalnya 2016 banyak sekali di temukan beredar di tengah masyarakat produk makanan dan minuman yang logo halalnya ternyata bukan dari LPPOM MUI melainkan dari percetakan. Atau ada juga logo halal yang sudah habis masa berlakunya bahkan sudah 3 tahun, tapi masih di gunakan. Padahal hal-hal semacam ini tidak boleh di lakukan karena tentu akan merugikan masyarakat banyak. Banyak juga daging-daging yang masuk ke Babel yang juga di jual tidak sesuai dengan standar konsumsi masyarakat dan sebagainya.

loading...

“Tahun 2016 kita sudah mensertifikasi. halal kurang lebih 180-an merk produk makanan dan minuman di Babel. Di tahun 2017 sekaligus juga dalam rangka menjadikan destinasi produk makanan dan minuman halal, maka tentu banyak sekali hal-hal yang masih harus di benahi. Seperti UKM juga di ajak untuk meningkatkan kesadaran bahwa halal adalah pasword agar produk bisa di terima di pasaran.

Mengingat banyak yang belum menyadari akan hal ini, sehingga itu lah mengapa hal musti terus di lakukan. Termasuk penataan yang perlu kita sinergikan dengan pemerintah. Karena bagaimanapun LPPOM MUI sendiri memang berkomitmen membantu untuk membuat Perda halal yang tentu sangat penting sekali untuk di terbitkan segera tentang destinasi halal ini baik dalam hal makanan, minuman atau pun wisata halal dan sebagainya,“tutur Nardi Pratomo selaku Direktur LPPOM MUI Babel kepada Babel Pos, Senin (13/03) di kantornya di Jl.Raya Koba Pangkalan Baru Bangka Tengah.(lya)

Komentar

BERITA LAINNYA