oleh

LPBHNU Babel Ancam Duduki KPU

LEMBAGA Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Provinsi Babel mengancam akan menduduki KPU jika penyelenggara pemilu tersebut tidak mau melakukan penghitungan ulang.

Karena ormas Islam ini juga menilai pelaksanaan pemilu tahun ini terindikasi kecurangan terutama dalam penghitungan suara.

loading...

“LPBHNU memang tidak ikut di dalam kancah perpolitikan, tapi sebagai masyarakat dan ormas Islam mengawal pemilu ini. Dan kami menemukan adanya indikasi penggelebungan suara. Dan sayangnya pada saat penghitungan pleno di kecamatan untuk meminta C1 yang diterima saksi dan C1 plano, tidak bisa dibuka meskipun sudah ada rekomendasi Bawaslu. Kalau memang nanti permintaan ini di tolak oleh KPU, kami akan duduki KPU,” ancam Ketua LPBHNU Babel, Yulianis, kemarin (24/4).

Dalam hal ini, diakui Yulianis, pihaknya hanya meminta keadilan dalam pelaksanaan pemilu. Apalagi dasar hukum dalam pemilu menurutnya adalah jujur dan adil.

“Sehingga sinkronisasi data C1 plano dan C1 yang dibagikan ke para saksi inilah yang menjadi kata kunci untuk mengclearkan carut marutnya indikasi penggelembungan suara ini,” tegas Yulianis yang akrab disapa Anis ini.

Komentar

BERITA LAINNYA