oleh

Logika 14% Saham PT Timah Milik Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung —

”BANYAK pihak dan aktivis bertanya kepada penulis soal logika berpikir hibah saham 14% (empat belas persen) PT. Timah Tbk milik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Yang menjadi pertanyaan apakah Babel harus beli saham itu atau hibah dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang menjadi milik saham PT Inalum Persero. Tulisan ini membahas logika berpikir kepemilikan saham Babel itu.”

Loading...

loading...

—————–

DALAM kitab Undang-undang manapun dan apapun yang ada di Indonesia logika berpikirnya pasti akan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “Pemerintah” adalah pihak yang ditugaskan negara dan bangsa untuk melaksanakan organisasi dan administrasi kenegaraan. Organisasi dan administrasi di bidang apapun, termasuk mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Yang dikenal “pemerintahan” adalah pemerintah pusat dan pemerintahan daerah untuk sekedar memisahkan luas lingkup dan cakupan operasional organisasi dan administrasi negara. Oleh karena itu logika hukum akan mengatakan bahwa tidak ada perbedaan antara pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah. Sebab pemerintahan daerah adalah perpanjangan pemerintahan pusat untuk memberikan pelayanan organisasi dan administrasi kepada rakyat.

Dalam suatu diskusi di DPR RI dua tahun lalu bersama pengamat bursa saham menjadi tertawaan mereka ketika penulis meminta saham maksimal 14% (empat belas persen) untuk Babel pada PT. Timah Tbk. Yang menjadi tertawaan mereka itu adalah bahwa penulis meminta saham Pemerintah Pusat yang saat ini menguasai 65% (enam puluh lima persen). Batas minimal untuk menjadikan sebuah perusahaan menjadi BUMN menurut undang-undang adalah 51% (lima puluh satu persen). Artinya, jika saham Pemerintah Pusat “dihibahkan” kepada Pemerintahan Daerah Provinsi (Pemprov) Babel sebesar 14%, maka saham Pemerintahan Pusat masih 51% sesuai dengan ketentuan undang-undang tadi.

Komentar

BERITA LAINNYA