oleh

Liat’s Game Center Berikan Perlawanan

“Kita sempat mempertanyakan kewenangannya, bener ngak mereka melakukan pemberhentian dan penyegelan ini yang pada waktu itu mereka mengakui salah,” katanya.

Dalam hal ini juga pihaknya kemudian melakukan rapat kembali dengan pihak terkait termasuk dari Polres Bangka, MUI serta beberapa Ormas seperti FPI dan GUM. Setelah rapat tersebut disepakati untuk melakukan peninjauan lapangan di lokasi Liat’s Game Center beberapa waktu lalu.

Setelah itu oleh MUI bersidang lalu mengeluarkan rekomendasi bahwa tempat arena ketangkasan Liat’s Game Center terindikasi kuat judi dan dinyatakan haram. Ada juga surat dari PPNS Satpol PP atas nama Ahmad Suherman yang membuat rekomendasi dengan intinya Liat’s Game Center ada indikasi judi.

“Dengan dasar surat MUI dan rekomendasi PPNS dikeluarkan surat dari Disparpora untuk penghentian sementara. Atas hal ini kita ingin melakukan audiensi dengan DPRD melalui komisi 1 yang telah kita sampaikan suratnya pada tanggal 29 Januari,” tukasnya.

Selain itu juga pihaknya akan konsultasi ke Ombudsman untuk menyampaikan keberatan dan dalam hal ini menilai dasar pemberhentian sementara dianggap dipaksakan. Sebagai contoh ia sebutkan, di beberapa wilayah Kepulauan Bangka Belitung terdapat arena ketangkasan serupa seperti Pangkapinang, Belinyu, Belitung, Toboali. Dengan pendataan pihaknya arena ketangkasan itu di Bangka ada 4, Pangkalpinang ada 5, Belitung 3, Toboali 1, Bangka Barat daerah Jebus 1 dan totalnya 14 di Babel.

Komentar

BERITA LAINNYA