oleh

Layani Ragam Pria, Ayam Kampus: Makin Cantik, Makin Tinggi Harganya

DATA Yayasan Kaki tentang jumlah Wanita Pekerja Seksual (WPS) menunjukkan dari 10 WPS ada 4 wanita yang memilih menjadi Ayam Kampus. Pilihan menjadi ‘ayam kampus’ dilakoni bukan untuk menunjang ekonomi keluarga, melainkan guna memenuhi kebutuhan gaya hidup mewah.

Salah satu ‘ayam kampus’, Melati (bukan nama sebenarnya), mengaku sudah menjadi menjajakan seks sejak sebelum kuliah namun sudah lulus sekolah. Saat ini, dirinya masih berstatus mahasiswi semester II.

loading...

Ia pun mengungkapkan lelaki yang dilayaninya berasal dari berbagai kalangan. Melati yang berparas manis tersebut mengaku pelanggannya beberapa adalah pejabat-pejabat yang berpenghasilan besar. Mulanya dikenalkan teman lalu tukeran nomor ponsel kemudian berlanjut ke hotel atau tempat kos.

“Awalnya mengajak makan, minum, cuma temani ngobrol. Lama-lama keterusan sampai tidur dan dibayar,” kata perempuan itu saat berbincang dengan JawaPos.com (Grup babelpos.co) baru-baru ini.

Ada juga bule atau orang Asia. “Pas kuliah kenal sama teman, lalu banyak dikenalin klien. Lumayan 1-2 bulan sekali buat uang jajan dari om-om,” tutur mahasiswi jurusan sastra Inggris itu.

Tentu semuanya tidak gratis atau hanya atas nama cinta. Sekali melayani lelaki hidung belang, Melati membanderol harga Rp 1 juta. Beberapa orang asing membayarnya di angka fantastis. Lebih dari Rp 6,5 juta sekali melayani.

“Hasilnya buat beli baju bermerek. Ke salon bersolek. Merokok, minum alkohol, pasti dugem atau ke diskotik. Beli laptop, gadget dan barang-barang branded,” katanya tertawa.

Semua gaya hidup mewah itu dipenuhinya untuk tetap terlihat tampil cantik. Tentunya agar pelanggan tetap loyal kepadanya. Sebab menurutnya, semakin cantik dan menarik, harga ‘ayam kampus’ juga bisa semakin tinggi.

“Enggak pengaruh kampus negeri atau swasta sih. Kayaknya dari cantiknya, semakin cantik semakin mahal,” jelasnya. (ika/JPC)

Komentar

BERITA LAINNYA