oleh

KPK Peringatkan Babel

Oleh: Safari Ans – Salah satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

”TIDAK ada data pasti, berapa besar volume pasir timah yang diperjualbelikan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Yang ada hanya data penjualan timah. Ini pertanda pasir timah selama ini dipandang sebelah mata. Atau, pasir timah hanya menjadi transaksi bawah tangan aparat tertentu? Atau, pasir timah menjadi bancakan pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab? Padahal disanalah nasib anak cucu Babel dipertaruhkan. Apalagi Babel tidak memiliki saham di PT Timah Tbk yang 90% wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Babel. Babel hanya dapat royalti 3% saja dari data penjualan balok timah sejak dulu.

loading...

Dunia terlalu kejam pada Babel. Pantas saja tak ada pembangunan berarti di Babel dari hasil timah, walau perut bumi Babel dikeruk sejak penjajahan Belanda. Padahal Babel penghasil timah putih nomor satu di dunia. Babel tak memiliki apapun saat ini. Jika habis timah kelak, Babel hanya gigit jari. Don’t Budu Bagek Babel”

——————-

SEHARUSNYA yang paling sibuk di Babel adalah Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama polisi Pamong Praja, bukan polisi seperti selama ini. Dinas ini harus menguasai setiap jengkal tanah di Babel yang dikeruk hasilnya (baca: ditambang, Red). Sebab ia harus mengamankan wibawa sang Gubernur, penguasa isi perut bumi Babel. Jika dinas bergerak secara sistematik, tidak akan ada istilah tambang timah ilegal. Saat ini Babel butuh “Polisi Tambang” bukan “Polisi Pantai”.

Tidak akan ada tangkapan polisi terhadap pasir timah sembilan ton yang baru-baru ini menghebohkan. Tidak akan ada istilah smelter membeli pasir timah ilegal. Karena semua pasir timah harus membayar retribusi. Smelter yang membeli pasir timah harus membayar retribusi. Siapa pun pemilik smelter timah itu. Namanya retribusi pasir timah. Akan tetapi sampai saat ini tidak ada satu dinas atau pihak yang mau mengumumkan berapa besar sebenarnya pasir timah yang berhasil diperjual belikan. Pertanda bahwa pasir timah selalu diperdagangkan secara ilegal dan bawah tangan.

Retribusi pasir timah yang selama ini dilupakan di Babel, patut diduga menjadi bancakan bertahun-tahun para oknum yang tidak bertanggung jawab. Padahal pasir timah inilah yang menjadi kontrol Pemda agar tau persis berapa sebenarnya pasir timah diperdagangkan di Babel. Patut diduga, tak ada satu instansi pun di Babel tau tentang angka itu. Padahal sebenarnya mudah untuk menghitungnya. Karena ada rumusan, berapa pasir timah dengan kadar tertentu untuk menciptakan satu balok timah yang siap diekspor itu. Rumusan itu rumusan ilmu pasti alam. Tidak mungkin meleset.

Komentar

BERITA LAINNYA