oleh

Koperasi Petani Lada Babel

*Koperasi ini Kelak Diharapkan Bisa Kendalikan Harga Lada Dunia?

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

”JIKA nama itu yang dipakai, maka eksistensinya kuat. Nama itu sangat seksi bagi dunia investasi. Namanya, Koperasi Petani Lada Bangka Belitung. Jangan disingkat jadi Koperasi Petani Lada Babel.

Karena tidak ada nama Babel dalam dunia pasar lada. Yang ada hanya nama Bangka dan nama Belitung. Akan lebih kuat lagi apabila koperasi itu bernama “Koperasi Petani Muntok White Pepper”. Tetapi sayang nama asing tidak boleh jadi nama lembaga usaha.

Nama koperasi seperti di atas telah memiliki slot atau platform investasi yang memiliki daya tarik luar biasa di bursa komoditi dunia. Tidak hanya jadi perebutan kalangan berduit untuk investasi, tapi juga jadi lahan baru bagi segelintir orang untuk menciptakan kekayaan. Karena lada putih Babel bernama “Muntok White Pepper” adalah tambang emas sekaligus ATM bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Babel.”

——————

DULU, impian koperasi petani lada itu pernah nyata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Namanya Koperasi Lectura Belitung Makmur (Koperasi LBM). Koperasi ini sudah berdiri tahun 1998 beranggotakan 2.500 orang petani lada dengan luas kebun lada 3.500 hektar.

Sedangkan Koperasi Lectura Bangka Makmur (juga disingkat Koperasi LBM) baru akan berdiri setahun kemudian. Tapi jadi. Jika jadi berdiri Koperasi LBM Bangka, diperkirakan waktu itu anggotanya mencapai 4.000 petani lada.

Koperasi LBM Bangka dan Koperasi LBM Belitung direncanakan mampu menyuplai 35.000 ton lada putih ke pasar dunia. Cita-cita utamanya waktu itu, adalah menentukan harga lada putih asal Babel. Petani lada ingin menentukan sendiri harga ladanya. Tentunya melalui Koperasi LBM.

Komentar

BERITA LAINNYA