oleh

Kominfo: Pemerintah Kerja Keras Turunkan Stunting

ANGKATAN usia produktif pada tahun 2030 diperkirakan akan mendominasi populasi penduduk Indonesia. Bonus demografi di angka produktif (15-68 tahun) ini mencapai 68 persen dari total populasi dan angkatan tua (65 tahun keatas) sekitar 9 persen.

Untuk menjaga bonus demografi yang menghasilkan penerus bangsa pada sisi kesehatan, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika gencar kampanyekan prevalensi stunting.

Loading...

Kata Plt Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti pemerintah terus melakukan penurunan prevalensi stunting atau kekurangan gizi kronik ini.

Presiden Joko Widodo juga terus memastikan bahwa setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari stunting atau tumbuh kerdil.

“Tahun 2030 diperkirakan Indonesia akan mengalami bonus demografi. Namun, potensi itu menjadi sia-sia apabila SDM mengalami stunting. Bisa dikatakan jika seseorang telah terkena stunting maka mereka kalah sebelum ikut kompetisi,”urainya.

Katanya, masa emas pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Untuk itu, sejak hamil ibu-ibu harus rutin cek kehamilan ke posyandu dan minum suplemen zat besi, memberikan ASI eksklusif dan gizi yang seimbang.

Komentar

BERITA LAINNYA