oleh

Kisah Anggota ISIS Detelah Kalah di Iraq dan Syria

Messing mengungkapkan, dirinya meninggalkan negaranya saat masih berusia 15 tahun. Tepatnya pada Maret 2015. Dia bergabung dengan ISIS dan menjadi istri ketiga seorang prajurit ISIS yang juga berasal dari Jerman.

Kehidupan di lingkungan ISIS yang luar biasa ketat membuat Messing tak tahan. Dia ingin pulang, tapi jalan untuk kembali masih panjang. Banyak negara yang tak mau menerima orang-orang yang pernah masuk jaringan kelompok radikal ISIS.

loading...

“Dulu ketika masih 1,5 tahun bergabung dengan ISIS, saya meminta ayah saya untuk mengirimkan penyelundup yang membantu saya keluar,” terang Messing kepada jurnalis BBC.

Sayang, dia kurang beruntung. Perantara yang dikirim sang ayah tertangkap dan dibunuh. Di telepon genggamnya ada foto Messing. Seketika itu juga Messing dipenjara. Kali pertama dia dipenjara di Kota Raqqa dan yang kedua di Shaafa.

Messing berharap dirinya dan suami bisa segera pulang ke Jerman. Tak mengapa jika suaminya harus menjalani masa hukuman penjara. Dia akan setia menanti. Setidaknya, hidup di negara sendiri jauh lebih baik jika dibandingkan hidup di kamp yang masih dipenuhi simpatisan ISIS.

Messing berpeluang pulang. Bahkan, anaknya sudah dicek perwakilan dari Jerman untuk melihat identitasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA