oleh

Kerugian Kasus Pipa Dihitung?

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Penyidikan dugaan korupsi proyek instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong Merawang, di kabupaten Bangka milik Satker Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Kementrian Pekerjaan Umum kini masih di Penghitungan Kerugian Negara (PKN) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil penghitungan BPK tersebut menurut asisten tindak pidana khusus, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung, Eddi Ermawan, menjadi acuan pengembalian kerugian negara.

“Masih belum kelar, masih dihitung. Berapa hasil PKN dari BPK nantinya itulah yang harus dikembalikan dalam kasus ini,” kata Eddi kepada harian ini kemarin.

loading...

Dalam kasus ini sendiri 4 tersangka telah menyatakan niat baiknya untuk mengembalikan kerugian negara. “Kita hargai niat baik mereka (untuk pengembalian kerugian negara.red). Kita juga melakukan sikap yang bijaksana,” kata Eddi Ermawan seraya juga mengatakan teknis pengembalian nanti akan diatur.

Terkait dengan pengembalian serupa dikatakan Eddi sudah sering terjadi. Dimana terakhir dilakukan oleh terdakwa Suwidi als Awe dalam perkara korupsi LPDB. “Semangat kita dalam penanganan perkara korupsi itu, kerugian negara dapat pulih. Terakhir itu dimana tersangka Suwidi als Awe mengembalikan dalam bentuk cash. Lalu kita sampaikan kepada publik,” sebutnya.

Itikad pengembalian kerugian negara tersebut disampaikan langsung oleh penasehat hukum Boby Sembiring. “Pada intinya klien kita sudah memiliki iktikad baik memberikan pengembalian kerugian negara. Terkait dengan pelaksanaan penyerahan kapan nanti diatur lagi teknisnya,” kata Boby Sembiring.

Komentar

BERITA LAINNYA