oleh

Kenek Urang Kampong

Oleh: AHMADI SOPYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial
KELUGUAN yang mengandung kelucuan dari sebuah kejujuran adalah kebahagiaan bagi kita semua, begitulah masyarakat Kampong. Cuma 3 hal umumnya yang dicurhatin, yakni Karet Murah, Sawit Murah dan Sahang Murah yang mengakibatkan “urang umah” mudah marah.

————-

Loading...

loading...

SEBETULNYA masyarakat kampong kite di Bangka Belitung ini “dak banyak kenek” alias nggak banyak mau (keinginan). Apalagi pada dasarnya masyarakat kampong adalah masyarakat yang ceria dan penuh kebahagiaan dalam artian tawa ngakak dan keceriaan mereka sangat tampak sekali kala kita ajak mereka dengan kegiatan yang santai dan penuh hiburan.

Masyarakat Kampong di Bangka Belitung adalah masyarakat orisinil yang memiliki cita rasa kebahagiaan yang tidak ada pada masyarakat perkotaan. Keluguan yang mengandung kelucuan dari sebuah kejujuran adalah kebahagiaan bagi kita semua.

Pada musim Pemilu seperti sekarang ini, masyarakat Kampong di Bangka Belitung adalah warga negara Indonesia ceria menyambut pesta demokrasi. Tak ada ketegangan, fitnah, saling mencela dan cacian dari masyarakat kampong. Mereka adalah orang-orang yang menyibukkan diri dengan kegiatan mereka sebagai warga negara yang baik, tak heboh dengan kekuasaan namun tidak anti dengan demokrasi. Mereka adalah orang-orang kampong yang memiliki nilai kemanusiaan, kemerdekaan dan kebhenikaan tanpa harus berkoar dan pasang slogan.

Masyarakat Kampong kita di Bangka Belitung masyarakat yang sangat dewasa dan santai menghadapi Pemilu 2019. Ditengah etnis yang berbeda dan agama yang beraneka ragam, serta gambar partai dan calon yang tumpek-blek menghiasi jalanan dan perkampungan mereka, Pemilu disambut dengan ketenangan dan keceriaan.

Komentar

BERITA LAINNYA