oleh

Kebiasaan Rasulullah di Bulan Ramadhan

SUNGGUH Allah telah memberikan kepada kita nikmat yang begitu besar pada bulan Ramadhan blan yg dinanti-nanti oleh umat Islam. Alangkah meruginya orang-orang tidak bisa bertemu dan lebih rugi lagi orang yang bertemu tetapi yang tidak mau mengambilnya. Bulan ini adalah rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Tidak ada bulan yang dapat merangkum ketiga hal tersebut selain bulan Ramadhan. Oleh karena itu, sudah semestinya kita memperbanyak dan memperbagus ibadah-ibadah kita di bulan ini. Berikut ini tujuh kebiasaan Rasulullah selama bulan Ramadhan:

Kebiasaan Pertama, mengerjakan amalan fardhu dengan sempurna.
Pahala orang yang mengerjakan amalan fardhu di bulan ramadhan sama dengan 70 kali pahala yang dilakukan pada amalan di bulan lainnya. Alangkah besar pahala itu, alangkah meruginya orang yang meninggalkannya. Sudah semestinya kita mengerjakannya dengan sebaik mungkin, agar kita mendapatkan pahala itu dan keberkahan lainnya dari ibadah yang kita lakukan. Segeralah shalat apabila adzan memanggil, kemudian lakukanlah shalat berjamaah. Jika dihitung-hitung secara matematik, orang yang shalat berjamaah pada bulan ramadhan akan mendapatkan pahala sebesar 1890 pahala, yaitu hasil dari 27 x 70. Luar biasa besarnya.

loading...

Kebiasaan Kedua, mengerjakan amalan sunah.
Pahala orang yang mengerjakan amalan sunah sama dengan pahala orang yang mengerjakan amalan fardhu di bulan lain. Wahai orang-orang yang lalai dalam mengerjakan amalan fadhu di bulan lain, kini saatnya kalian mengejar ketertinggalan itu dari orang-orang saleh. Sesungguhnya waktu kita hanya sebentar. Entah kapan kita mati; esok atau lusa, itu adalah rahasia Allah. Tak ada yang menyelamatkan kita kecuali amal-amal yang mengantarkan pada rahmat Allah Swt. Jika shalat fardhu saja sudah ditinggalkan dibulan lain, ditambah ditinggalkannya shalat sunah di bulan ramadhan, entah amal apa yang dapat menyelamatkan kita dari siksa-Nya, sedangkan yang pertama kali di hisab adalah shalat kita. Apabila shalat kita bagus, maka bagus pula seluruh amalan kita. Apabila jelek, tunggulah siksaan itu begitu nyata.

Komentar

BERITA LAINNYA