oleh

Kasus Pipa Merawang, 4 Tersangka ‘Masih Aman’

*Siap Kembalikan  Kerugian Negara
TAMPAKNYA, sudah ada ending penyidikan kasus dugaan korupsi proyek instalasi dan rehabilitasi pipa transmisi kolong Merawang, kabupaten Bangka yang dilakukan jajaran tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Karena bakal ada pengembalian kerugian negara.

——————-

loading...

KOMITMEN pengembalian kerugian negara tersebut disampaikan langsung oleh penasehat hukum Boby Sembiring kepada harian ini, kemarin.

“Pada intinya klien kita sudah memiliki itikad baik untuk pengembalian kerugian negara. Terkait dengan pelaksanaan penyerahan kapan nanti diatur lagi teknisnya,” kata Boby Sembiring.

Boby sendiri belum bisa menyebut angka kerugian negara. Dia masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Kerangka nilainya kan sesuai dengan hasil audit BPK. BPK sendiri belum turun. Jadi kita belum bisa kasih tahu terkait besaran. Yang penting niat baik itu sudah ada dan akan segera dilaksanakan,” ucap pengacara dari kantor pengacara Benny Joesoep Jakarta itu.

Terkait dengan proses pidana sendiri pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku. “Terkait bagaimana seterusnya kasus ini, nanti kita ikuti proses hukum yang ada. Yang jelas itu tadi, niat baik klien kita sudah dilaksanakan. Kita menunggu perintah lagi dari pihak penyidik terkait teknis pengembalianya,” tukasnya.

Sementara itu, sejak pagi kemarin 4 tersangka masing-masing: Abdul Roni (KPA), Mulyanto (PPK) dan 2 kontraktor Yudas alias Aloy dan Pepen memenuhi panggilan penyidik guna diperiksa selaku tersangka. Namun 2 kontraktor yakni Aloy dan Pepen hanya diperiksa sampai waktu ishoma saja. “Abis ishoma cuma tersangka Roni dan Mulyanto saja yang meneruskan pemeriksaan. Ke 2 tersangka dari pihak kontraktor tidak didampingi pengacaranya, sehingga dijadwal ulang,” sebut kasi penyidikan, Wilman Ernaldy.

Abdul Roni dan Mulyanto sendiri menjalani pemeriksaan hingga sore (jelang magrib.red). Ke 2 tersangka ini menyerahkan sepenuhnya kepada pengacaranya. “Biar pengacara yang jawab,” tukas Mulyanto usai keluar dari lantai 2 gedung Pidsus seraya menyalami awak media yang sudah sedari pagi menunggu. Nampak terburu-buru mereka masuk ke dalam mobil sementara pengacara melayani wawancara.

Komentar

BERITA LAINNYA