oleh

Kapolres & Wakapolres Basel Gelar Pertemuan Dengan Unsur Muspida

*Bripka Jam Telah Dinonaktifkan Dari Jabatannya
*Aris: Bripka Jam Ditempatkan di Ruang Khusus Propam
TOBOALI – Perkara aksi tindak pidana kekerasan terhadap anak dibawah umur berinisial Dp (9) santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Istiqomah, warga Jalan Gang Asam Desa Gadung Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menjadi perhatian publik di daerah setempat. Pasalnya, aksi kekerasan itu dilakukan oleh oknum kepolisian anggota jajaran Polres Basel, Bripka Jam yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Binmas di Polsek Airgegas.

BACA: Oknum Polisi di Basel Aniaya Bocah Saat Belajar

Loading...

loading...

Atas perkara itu pimpinan Polres Basel, AKBP Aris Sulistyono bersama Wakapolres, Kompol Pebriandi Haloho, Kabag Ops, Kompol Rusnoto, Kasat Reskrim, AKP Albert Daniel Tampubulon, Kasat Intelkam, Iptu Dedy, Kasi Propam, Iptu Ridwan dan Kapolsek Airgegas, Iptu Amri menggelar pertemuan dengan perwakilan unsur muspida dan tokoh agama serta organisasi masyarakat (Ormas) di antaranya Kepala Kantor Agama (Kemenag), H Jamaluddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustadz H Zahirin, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), H Andi Kusuma, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD), Sapta Qodri Muafi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Basel, Sumadi dan Ormas yang diwakilkan oleh Pemuda Pancasila (PP), Senin (22/7/2019)

BACA: Perkara Kekerasan Bripka Jm Ditangani Propam Polres Basel

“Sesuai operasional prosedur adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian dari Polsek Airgegas. Oknum itu sejak terjadinya dugaan tindak pidana penganiayaan telah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan telah ditempatkan diruangan khusus Propam Polres Bangka Selatan sehingga kapasitas oknum itu dalam pengawasan Propam,” kata Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono.

BACA: Pasca Kejadian, Iptu Yandrie Sambangi Rumah Keluarga Korban

Terkait dengan pelanggaran disiplin yang diduga dilakukan oknum itu, lanjut Kapolres terus dilanjutkan dan mohon dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk dapat kiranya bersinergi, sehingga proses tindaklanjutnya dapat dijalankan dengan profesional dan mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Komentar

BERITA LAINNYA