oleh

Kagumi Keindahan Kelenteng, Kemplang hingga Lempuk Cempedak

WONDERFUL Bangka Belitung Project 2.0 from AIESEC kali ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu di Sungailiat, Kabupaten Bangkadan di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Tim Sungailiat menceritakan pengalaman selama dua minggu pertama di Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat.

TRI HARMOKO, Sungailiat —

loading...

TIM Sungailiat terdiri dari sepuluh orang dari delapan negara yaitu Aljazair, Belanda, Brazil, India, Perancis, Portugal, Mesir, dan Yunani. Selain itu, dibantu oleh dua orang local volunteer (relawan lokal) dari Pulau Bangka.

Program berfokus di Desa Rebo yang merupakan satu-satunya desa di Sungailiat bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Desa Rebo dan memberdayakan orang-orang lokal. Untuk mencapai tujuannya, Tim Sungailiat berkolaborasi dengan SocioTour.id, sebuah startup digital yang merupakan konsultan pariwisata untuk desa dan menyediakan paket-paket wisata.

Seperti dituturkan salah satu peserta, Inge Aarts bersama relawan lokal,, Addhella Dewita Putri, pihaknya berusaha menemukan potensi pariwisata yang ada di Desa Rebo selama dua minggu pertama. Salah satunya dengan cara mengunjungi klenteng-klenteng yang indah, bertemu dengan orang-orang lokal dan mencoba makanan tradisional di Rebo.

Bagi mereka, Desa Rebo adalah sebuah surga yang belum tereksplor dan kami ingin menunjukkan ke seluruh dunia betapa indahnya Rebo. Pertama peserta socio tour menjelajahi klenteng-klenteng yang ada di Desa Rebo.

Desa Rebo merupakan desa yang harmonis dengan perpaduan berbagai agama dan budaya yang berbeda. Masyarakat Tionghoa datang bersama ke klenteng kesukaan mereka, Klenteng Puri Tri Agung.

Komentar

BERITA LAINNYA