oleh

Kades Belo Laut Divonis Rendah?

*Ada Oknum wartawan ikut ‘Dipercik’
*Jaksa Banding
CUKUP mencengangkan? persidangan putusan tindak pidana korupsi (Tipikor) penyalahgunaan dana bantuan pihak ketiga selama 2013  sd 2017 dari perusahan Kapal Isap Produksi (KIP) dan PT. Gunung Sawit Bina Lestari (GSBL) dengan terdakwa Kades Belo Laut,  Muntok,   Amrin Saimi, oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor kota Pangkalpinang diputus rendah.

——————-

loading...

MAJELIS hakim yang diketuai Sri Endang Amprawati Ningsih  memutuskan hanya 1 tahun dan 6 bulan penjara.  Putusan tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan JPU yang dikomando  Dr. Agung Dhedi Dwi Handes, beranggota  Heru Pujakesuma, Mochamad Ariffudin, Doddy Darendra Praja, Andri Timur dan M. Syaran Jafizhan pidana penjara selama  6 tahun dan 6 bulan. Adapun alasan utama tuntutan tinggi tersebut dikarenakan tak adanya pemulihan kerugian negara senilai Rp Rp 1.296.701.511.

Tuntutan juga tidak cukup di situ,  terdakwa  diharuskan untuk membayar uang pengganti sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan sebesar Rp 970.901.511 paling lama dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dibayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh jaksa untuk mengganti uang pengganti tersebut. Namun bila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 3 bulan.

JPU menjerat terdakwa dengan pidana pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang nomor31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  

Komentar

BERITA LAINNYA