oleh

Kabupaten Bangka jadi Locus Pemberantasan Stunting

SUNGAILIAT – Tim Stunting Pemerintah Kabupaten Bangka menggelar rapat koordinasi (Rakor) guna memberantas stunting. Rencananya akan ada regulasi untuk mengatasi stunting yang ada di Kabupaten Bangka.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Bangka, Teddy Sudarsono, didampingi Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Stunting Kabupaten Bangka Kepala Bappeda Kabupaten Bangka Panbudi Marwoto mengatakan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Hal ini akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 100 hari pertama kehidupan balita.

“Di Kabupaten Bangka berdasarkan hasil survei gizi melalui elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat untuk prevalansi stunting bayi dibawah dua tahun terdata sebesar 8,9%. Walaupun rendah tapi ada sembilan desa lokus stunting diatas 20%,” ungkap Teddy Sudarsono.

Ia terangkan, stunting mempengaruhi pertumbuhan anak dan perkembangan otak. Anak stunting akan memiliki resiko lebih tinggi mengalami penyakit kronis dimasa dewasa. Bahkan stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi terhadap berkurangnya 2-3 persen produk domestik bruto (PDB) setiap tahunnya.

“Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir tidak mengalami perubahan yang signifikan dan ini menunjukkan bahwa masalah stunting harus ditangani segera. Hasil riset kesehatan dasar 2018 menunjukkan 30,8% atau sekitar tujuh juta balita menderita stunting,” sebutnya.

Komentar

BERITA LAINNYA