oleh

Jujur, Berpolitik Harus Tidak Jujur

Tujuan kedudukan bisa jadi adalah duduk di kursi wakil rakyat, atau juga kedudukan di eksekutif dan tujuan politis lainnya. Jika tidak ada tujuan kedudukan, maka dapat ditebak tujuan berikutnya adalah uang. Dan, uang dari mana? Tentunya uang dari orang yang mengejar kedudukan di legislatif ataupun kursi di eksekutif termasuk jabatan politis lainnya jika memungkinkan.

***

loading...

JIKA memang itu yang menjadi tujuan, bukankah partai politik bukan lembaga usaha atau perusahaan? Inilah uniknya. Karena melalui partai itu pula kadang semuanya bisa jadi bermula. Begitu ikut dalam partai politik, seseorang bisa jadi menjadi manusia raja tega. Tega ‘memakan’ teman sendiri, tega ‘menipu’ teman sendiri, ‘tega menikam dari belakang’ karib sendiri.

Ironis, perilaku itu bukan membuat rasa berdosa tapi malah kadang muncul ada rasa bangga. Karena keberhasilan berperilaku negatif demikian terkadang dinilai juga sebagai keberhasilan dalam berpolitik. Sebaliknya, orang yang rela menghamburkan uang bagai tak sadar tak lebih karena rasa gengsi dan rasa persaingan politik yang pilihannya hanya kalah ataun menang.

Kondisi dan soal rasa ini pula yang kadang membuat orang menjadi sulit keluar dari politik. Itu pula sebabnya, pintu keluar dari politik itu menjadi tidak ada. Karena jika sudah terlanjur masuk, maka di dalamnya hanya ada pilihan, menang atau kalah… dapat atau tidak…. Jika gagal, berarti harus mengejar peluang berikutnya…. Lalu, kapan akan berakhir?

Jadilah salah satu syarat untuk berpolitik berarti harus tega. Tapi, apakah semuanya tega?(**)

Komentar

BERITA LAINNYA