oleh

Jika Pembangunan Ruas Tol Ini Rampung, Palembang-Bengkulu Cuma 4 Jam

PEMBANGUNAN tol trans-Sumatera tak hanya dilakukan pada koridor utama saja dari Bakauheni-Aceh sepanjang 2.062 km. Pemerintah juga membangun sirip tol trans-Sumatera yang terdiri atas tiga koridor yakni Medan-Tebing Tinggi-Sibolga, Padang-Pekanbaru-Dumai, dan Palembang-Simpang Indralaya-Bengkulu dengan panjang total 890 km.

“Beroperasinya jalan tol Bakauheni-Palembang (350 km) secara penuh pada Juni 2019 mendatang akan lebih maksimal apabila sirip jalan tolnya yakni ruas Palembang-Bengkulu (351 km) juga dibangun. Bulan lalu sudah dimulai pembangunan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu. Hari ini Simpang Indralaya-Muara Enim (119 km) dan Muara Enim-Lubuk Linggau (114,5 km),” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Pencanangan Pembangunan kedua ruas tol tersebut, di Muara Enim, Selasa (9/4).

loading...

Dalam sambutannya, Menteri Basuki mendorong pemerintah daerah yang dilintasi tol untuk membangun akses menuju kawasan industri dan wisata. Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya tol trans-Jawa.

“Perusahaan di Karawang, vendornya tidak perlu pindah ke Karawang tetapi bisa tetap di daerah karena dengan adanya jalan tol, waktu tempuh dan biaya lebih pasti. Pembangunan tol merupakan proyek strategis nasional untuk membantu pemerintah daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Bukan kami (pemerintah pusat) yang minta didukung, namun kami yang membantu kerja pemda,” tuturnya.

Lebih lanjut, Basuki mengatakan, percepatan penyelesaian pembangunan tol juga membutuhkan peran pemerintah daerah dalam melakukan pembebasan lahan. Menteri Basuki menyebut, tol Bakaheuni-Lampung dan Aceh-Sigli menjadi contoh kecepatan pembebasan lahan.

Komentar

BERITA LAINNYA