oleh

Jen Dak Retak

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial —
ADA yang berilmu tapi menyesatkan, ada yang bodoh tapi berkoar-koar merasa benar bahkan mengajar. Ada yang berilmu tapi diam tak punya keberanian, sedangkan yang bodoh diberi panggung tampil terdepan. Begitulah kondisi negeri….

BERILMU dan BERANI, dua kalimat itulah yang saya ungkapkan kepada kawan-kawan muda yang tergabung dalam sebuah komunitas yang berisikan anak-anak muda intelektual Bangka Belitung. Anak-anak muda yang memiliki keberanian dan sedang dalam tahap belajar ini mengajak saya diskusi mengenai politik, agama dan budaya.

Memiliki wawasan dan keberanian adalah modal utama memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat kita. Hal tersebut harus ditanamkan sejak muda dan harus dipertahankan dengan niat bermanfaat bagi agama, negeri dan kehidupan masyarakat kita.

Ilmu dan keberanian itu harus menyatu pada generasi muda Melayu yang berpegang teguh pada nilai-nilai agama. Karena pada mereka negeri ini kedepan dititip, dikelola dan dikayuh ditengah samudera kehidupan.

Oleh karenanya, berulangkali saya pun menyampaikan bahwa kepedulian anak-anak muda pada politik, agama, budaya dan keutuhan bangsa NKRI harus ditumbuhkan. Tentunya dengan cara-cara yang kreatif dan menginspirasi mereka.

Kalau tanpa ilmu dan keberanian, maka yang terjadi adalah banyak bermunculan orang-orang berani tanpa ilmu dipanggung kehidupan. Lembaga negara menjadi menakutkan akibat diisi oleh kepentingan asing.

Komentar

BERITA LAINNYA