oleh

Jelang Pengumuman DCT, Ada Syarat Eks Napi Korupsi

MASA-masa krusial pencalonan dalam Pemilu 2019 dimulai hari ini. KPU bakal menetapkan daftar calon tetap (DCT) untuk DPR, DPD, dan DPRD. Juga, calon presiden dan wakil presiden yang bakal bertarung untuk berebut suara rakyat.

———————-

loading...

KPU memastikan semua eks napi kasus korupsi yang menang gugatan di Bawaslu masuk DCT, kecuali yang sudah ditarik parpol.

Kemarin (19/9) KPU menuntaskan Revisi Peraturan KPU Nomor 14 dan 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPD, DPR, dan DPRD. KPU membuat klausul baru pada Revisi PKPU. Yakni, menambahkan pasal 45A (DPR dan DPRD) dan pasal 86A (DPD) yang pada ayat (1) menyatakan bahwa para eks napi kasus korupsi itu dinyatakan memenuhi syarat.

Sementara itu, dua jenis kejahatan lainnya, yakni bandar narkoba dan pedofilia, tidak masuk revisi sebagaimana korupsi. ’’Artinya, kalau yang bersangkutan pernah menjadi bandar narkoba atau pelaku kejahatan seksual terhadap anak, itu tidak menjadi bagian yang dipulihkan,’’ terang Komisioner KPU Hasyim Asy’ari setelah pleno di KPU kemarin.

Dalam catatan Bawaslu, ada 37 eks koruptor yang sengketanya dikabulkan. Terdiri atas 35 (1 melalui mediasi) bacaleg DPRD dan 2 bakal calon anggota DPD. Sementara itu, satu bakal calon anggota DPD lainnya masih masuk proses sidang. Mereka itulah yang akan dipulihkan pencalonannya oleh KPU dan masuk DCT.

Meskipun demikian, tidak berarti para bacaleg dan bakal calon senator itu bisa dengan mudah melenggang. ’’Bila kemudian parpolnya membatalkan (pencalonan) yang bersangkutan, ya dia tetap tidak bisa (lolos) juga,’’ lanjut mantan Kasatkorwil Banser Jawa Tengah itu. Kemarin merupakan batas waktu bagi parpol untuk menarik para bacaleg eks koruptor tersebut.

Komentar

BERITA LAINNYA