oleh

Jefri Tewas Ditembak KKB, Sang Ibu Sudah Punya Firasat

SEBUAH peti jenazah berwarna putih diangkut keluar dari terminal kargo Bandara Kulanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (8/12). Di dalamnya bersemayam jenazah Jefri Simaremare. Pria 26 tahun itu merupakan korban kebrutalan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Pesawat Citilink bernomor penerbangan QG 010 yang membawa jenazah Jefri mendarat di Bandara Kualanamu sekitar pukul 07.10 WIB. Sebelumnya, jenazah korban diterbangkan dari Jakarta setelah dibawa dari Landasan Udara (Lanud) Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (7/12) petang.

loading...

Beberapa anggota TNI tampak bersiap di terminal kargo. Mereka langsung mengangkat peti ke dalam ambulans yang menunggu sejak pagi. Selanjutnya, ambulans langsung berangkat ke rumah orang tua Jefri di Desa Sei Belutu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

Perjalanan ditaksir memakan waktu satu jam. Di kediaman, keluarga besar sudah menunggu. Termasuk Santi boru Sirait yang merupakan ibu korban. Air matanya terus keluar. Dia tidak menyangka anaknya menjadi korban penembakan KKB di Kabupaten Nduga, Papua.

Ternyata, sang ibu memang sudah punya firasat sebelum buah hatinya meninggalkan keluarga. Hal itu seperti dituturkan Tetti Marlina boru Simaremare, kakak kandung Jefri.

Tetti bercerita, ibunya menonton televisi pada Senin (3/12) lalu. Kabar soal penembakan sudah tersiar di setiap stasiun televisi. Saat itu dikabarkan ada 31 orang yang menjadi korban di Nduga. “Salah satunya anakku mungkin itu,” tutur Tetti meniru ucapan ibunya.

Komentar

BERITA LAINNYA