oleh

Jasa Medik Pegawai RSUDDH Simpang Siur

*Kata Dokter Rp6,2M, Kata Manajemen Cuma Rp3 M
PANGKALPINANG – Satu per satu permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah (RSUDDH) Pangkalpinang mesti dituntaskan.

Yang terbaru adalah jasa medik pegawai RSUDDH yang belum dibayar hampir setahun terakhir. Belum lagi masalah angka yang harus dibayarkan terjadi kesimpangsiuran antara pihak dokter dan manajemen.

loading...

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil pun kembali berjanji akan segera mengatasi persoalan ini. Bahkan, dia menargetkan jasa medik sudah bisa dicairkan paling lambat pada April mendatang.

————————————

HAL ini ditegaskannya kepada wartawan usai menggelar rapat internal bersama managemen pihak RSUDDH Kota Pangkalpinang, Selasa (11/3). Katanya, jika tak diselesaikan sesegara mungkin maka dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan rumah sakit.

“Dari hasil rapat ini diketahui hampir satu tahun jasa medik pegawai RSUD belum dibayar, kasihan mereka. Untuk ini, kita harus cari solusi terbaiknya,” ujar Molen, demikian Maulan Aklil disapa.

Ketika disinggung berapa besar jasa medik yang harus dibayarkan? Molen mengaku bahwa pihak rumah sakit belum merinci secara pasti. Namun dia memprediksi jumlah jasa medik tersebut bisa mencapai hingga Rp3 miliar.

Komentar

BERITA LAINNYA