oleh

Jangan Mobilisasi Massa!

“Jadi, dari Polri akan berlandaskan undang-undang nomor 9 tahun 1998. Meminta masyarakat tidak melakukan pawai, syukuran atau mobilisasi massa untuk merayakan kemenangan, tambah dia.

Namun demikian, itu tidak berarti pemerintah atau aparat keamanan melarang peserta pemilu mensyukuri kemenangan dengan merayakan kemenangan itu. Mereka tidak akan memberi izin apabila perayaan itu dilakukan sebelum KPU mengumumkan hasil pemilu secara resmi. Disamping itu, izin tidak akan keluar dari aparat kepolisian untuk menggerakan massa ke tempat-tempat terbuka.

loading...

Sementara itu, coblosan di negara-negara lain berlangsung semarak. Di Hongkong para pemilih merasa puas dengan kinerja PPLN. “Pelayanan petugas baik banget. Ramah,” kata Reny Mei Ananingsih, WNI yang mencoblos di Tsim Sha Tsui, Hongkong. Reny punya pengalaman berkesan.

Waktu itu antrean mencoblos sangat panjang. Reny yang datang dengan anaknya yang masih kecil ikut antrean. Petugas PPLN lantas mempersilakan Reny langsung mencoblos. “Saya dimasukkan jalur tamu undangan. Nggak perlu antre. Katanya, kasihan sama anak saya,” ujarnya.

Menurut petugas tersebut, ada instruksi dari petinggi KJRI untuk memprioritaskan ibu-ibu yang membawa anak kecil. Lain lagi dengan skuad PSM Makassar yang sedang berada di Bacolod, Filipina, untuk melawan Kaya FC-ILOILO pada 17 April. Sebanyak 15 pemain plus ofisial tim tidak bisa menggunakan hak pilih.

Komentar

BERITA LAINNYA