oleh

Jangan Dirusak, Menumbing Aset Sejarah Dunia

PANGKALPINANG – Menumbing memiliki arti penting bagi sejarah Asia Tenggara maupun sejarah dunia. Karena pada masa lalu kawasan yang disebut Selat Bangka, Selat Malaka maupun Selat Karimata merupakan kawasan-kawasan perniagaan atau pantai-pantai niaga yang penting dan favorit, sebab wilayah-wilayah ini adalah jalur penghubung.

Ahli Sejarah dan Budaya Bangka Belitung, Akhmad Elvian menyebut jalur tersebut sebagai jalur perdagangan dunia atau jalur emas dan sutra dari Asia ke Eropa. Kapal-kapal tersebut juga melewati selat Pengsia atau selat Bangka.

Loading...

Jalur perdagangan yang dilewati kapal-kapal kala itu tidak hanya melewati selat Malaka namun juga melewati Pengsia atau selat Bangka. Dan sebagai penanda memasuki alur selat Bangka tersebut para pedagang menggunakan penanda alam yakni Bukit Menumbing yang ketinggiannya mencapai 500 meter di atas permukaan laut. Menumbing jadi penanda bagi kapal-kapal layar atau kapal dagang yang memasuki selat Bangka pada abad 15, 16, 17, 18 dan 19.

“Di kawasan ini terdapat banyak karang-karang laut yang berbahaya bagi pelayaran seperti karang haji, karang bram. Sehingga bukit menumbing menjadi penting,” jelasnya.

“Menumbing berasal dari bahasa Arab “Manumbina” yang artinya datang berulang untuk menimba air bersih bagi perbekalan kapal-kapal layar yang akan melanjutkan perjalanan ke Asia maupun Eropa. Muntok atau Menumbing jadi tempat perhentian kapal-kapal dagang untuk mengisi perbekalan air,” terangnya.

Komentar

BERITA LAINNYA