oleh

Jangan Coba-Coba Menyimpang Dari Permendikbud

*Narwanto, Sanksinya Mengembalikan
Babelpos.co  TOBOALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bangka Selatan mengingatkan seluruh kepala sekolah (Kepsek) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat, jangan menyimpang dari peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 8 tahun 2017 dalam menggunakan anggaran biaya operasional sekolah.

“Jangan coba-coba menyimpang dari aturan yang ada, sanksinya itu mengembalikan jika anggaran Bos digunakan tidak sesuai dengan peruntukannya,” kata Kepala Disdikbud Basel, Narwanto kepada Babel Pos, Kamis (20/4) kemarin.

loading...

Ia menjelaskan, juklak dan juknis penggunaan dan pemanfaatan anggaran Bos berdasarkan Permendikbud nomor 8 tahun 2017. Anggaran dana Bos itu digunakan untuk proses kegiatan belajar mengajar selama 1 tahun. “Untuk tingkat sekolah dasar Rp 800 ribu persiswa pertahun, sedangkan untuk tingkat sekolah menengah pertama Rp 1 juta persiswa pertahunnya,” ujar Narwanto menambahkan setiap sekolah dalam menerima anggaran Bos itu tidaklah sama, karena disesuaikan dengan jumlah siswa-siswi di setiap sekolah.

“Besaran anggaran Bos yang diterima oleh masing-masing sekolah bervariasi yang disesuaikan dengan jumlah siswa. Anggaran Bos selain untuk kebutuhan dan perlengkapan sekolah, juga bisa digunakan untuk bayar gaji guru honorer, jadi para kepala sekolah nggak perlu takut dalam menggunakan anggaran Bos,” jelas Narwanto.

Disamping itu, pihaknya juga menyarankan para kepala sekolah untuk terbuka kepada publik dalam penggunaan anggaran Bos. Sehingga masyarakat dan para orang tua wali murid mengetahui tentang penggunaan anggaran Bos di setiap sekolah. “Silahkan masyarakat dan wali murid ikut mengawasi dalam penggunaan anggaran Bos, sehingga peruntukannya itu jelas, tepat sasaran dan sesuai dengan peraturan yang ada. Anggaran Bos dicairkan 4 tahapan dalam setahun, pencairan tahapan pertama sudah selesai,” tuturnya.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA