oleh

Jaksa Tunda Bacakan Tuntutan Kasus Mamin

*Tukijan Keberatan Suwandi Dituding ‘Kejam’
JAKSA Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, kemarin (21/5) menunda pembacaan tuntutan hukum dalam perkara korupsi anggaran makan minum (Mamin) terhadap terdakwa Sekda, Suwandi di Pengadilan Tipikor, Pangkalpinang. Alasannya, pihak JPU belum siap.

———————–

loading...

PEMBACAAN tuntutan dijadwalkan kembali, Selasa pekan depan (28/5). Tukijan, penasehat hukum terdakwa Suwandi tidak mempermasalahkan penundaan tersebut. Baginya yang terpenting tuntutan dapat berlaku adil dan bijaksana. Dalam kesempatan itu, pengacara senior ini sekaligus mengklarifikasi atas adanya pemberitaan tudingan dari terdakwa Yusuf (bendahara) yang menyatakan ‘Sekda Kejam’. Baginya tudingan tersebut sangat menyudutkan serta merugikan klienya.

Dikatakan Tukijan, terkait kesaksian yang diberikan klienya dalam perkara sudah sesuai dengan fakta. Diantaranya soal tudingan akan mengurus perkara ke Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung.

“Tidak benar klien kita dituding telah mengambil uang dari bendahara sebesar Rp 240 juta untuk mengurus perkara ini ke Kejaksaan dan Mahkamah Agung. Begitu juga dengan semua saksi-saksi dan fakta-fakta persidangan maupun kwitansi telah diserahkan ke pihak Kejaksaan Bangka Selatan dan ditunjukan ke majelis hakim,” katanya kepada harian ini, kemarin.

Komentar

BERITA LAINNYA