oleh

Jadilah Kandidat Tak Pernah Santai

SALAH satu anggota DPR RI yang kini mencalonkan diri lagi adalah Ir Rudianto Tjen. Dalam setiap pembicaraan, kandidat yang satu ini seolah memang tiada lawan. Putra Daerah, iya. Populer, iya. Berbuat, iya. Kenapa ia tidak duduk manis saja?

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

loading...

JIKA ada yang menyatakan Rudianto Tjen didukung kalangan Tionghoa? Ternyata tidak juga. Pemilu 2009, Buktinya. Rudianto Tjen saat itu harus bersaing ketat dengan beberapa kandidat termasuk saat itu majunya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) –mantan Gubernur DKI–dari Partai Golkar.

Saat itu, suara terbesar justru diraih oleh Rudianto, baru disusul Ahok. Apakah mungkin suara kedua orang ini berasal dari kalangan Tionghoa saja? Jawabnya, tidak mungkin. Suara terbesar yang diraih oleh Rudianto saat itu justru berasal dari kalangan bukan Tionghoa. Rudianto dengan pendekatannya yang nyata melalui pengobatan gratisnya yang rutin, membuat ia demikian diterima di semua kalangan di Babel ini.

Dan itu berarti, tidak setiap orang Tionghoa pasti memilih kalangan Tionghoa, tidak setiap yang bukan Tionghoa tidak memilih orang Tionghoa. Lagi-lagi agaknya, khusus dalam perebutan kursi legislatif, kembali ke pola pendekatan kandidat ke rakyat.

Demikian pula dengan kursi DPD, beberapa figur publik yang sudah punya nama dan incumbent terlihat bertarung lagi di sini. Ada mantan Gubernur, termasuk incumbent dari mantan DPD yang masih menjabat dan pernah menjabat. Orang-orang itu tentunya sudah punya modal dikenal dan terkenal. Dan itu tentunya tantangan tersendiri bagi yang belum dikenal dan belum terkenal untuk intensif membuat nama jadi terkenal dan dikenal. Dan ini butuh waktu dan strategi.

Komentar

BERITA LAINNYA