oleh

Insiden di Papua, Nyali Jokowi Tak Surut

*Jayapura-Wamena Sudah Tersambung 575 Kilometer
INSIDEN
penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans-Papua beberapa waktu lalu tak menyurutkan nyali pemerintah untuk membangun jalan Trans Papua dan perbatasan.

Pembangunan jalan Trans-Papua terus dilanjutkan. Salah satunya yang sudah berhasil disambung adalah ruas jalan Jayapura – Wamena sepanjang 575 Km yang saat ini sudah tembus seluruhnya.

loading...

Adapun, kondisi jalan sepanjang 345 km sudah beraspal dan 230 km masih berupa jalan tanah dan kerikil yang secara bertahap akan ditingkatkan kualitasnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan adanya manfaat jalan Trans Papua dan perbatasan ini sudah mulai dirasakan masyarakat.

“Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan tahun 2019 bisa tersambung seluruhnya. Pembangunan jalan tersebut tidak semata menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Barat melainkan membuka daerah/wilayah yang terisolasi dan dengan demikian bisa menurunkan angka kemahalan,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (16/1).

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Osman Harianto Marbun mengatakan terbukanya jalan Trans Papua ruas Jayapura-Wamena, meningkatkan konektivitas menuju delapan kabupaten di wilayah Pengunungan Papua yakni Yalimo, Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak (Sinak-Ilaga), Lanny Jaya, Memberamo Tengah dan Nduga.

Menurut Osman, kebutuhan masyarakat yang tinggi terhadap akses jalan darat untuk mengirim logistik ke Kabupaten di Pegunungan Tengah disebabkan akan memangkas ongkos kirim yang mereka keluarkan. Selama ini biaya pengiriman dari Jayapura- Wamena rata-rata sebesar Rp 13.000/kg dengan menggunakan pesawat, sementara biaya angkut lewat jalur darat berkisar Rp 7.000/kg. Kondisi jalan tanah dan kerikil mudah rusak saat dilewati kendaraan dengan beban berlebih yang mengangkut barang-barang kebutuhan pokok, terlebih pada musim hujan.

“Perbaikan sudah kami lakukan sejak tanggal awal Januari 2019 yang lalu,terutama di beberapa lokasi yakni pada KM 276, KM 306, KM 310,dan KM 386. Untuk mempercepat pekerjaan, kami akan menambah peralatan,” ujar Osman.

Untuk menjaga kesinambungan antara proses pembangunan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang ingin melewati ruas jalan tersebut, Kementerian PUPR sebelumnya telah berkoordinasi kepada Pemerintah Daerah melalui Pemda Kabupaten Yalimo dan Kepolisian setempat untuk menutup ruas jalan tersebut.

Namun, karena antusiasme warga untuk melintasi jalan, Osman mengatakan hanya diberlakukan pembatasan ijin melintasi ruas jalan yang dibuka seminggu sekali, yakni pada hari Minggu.

Pembangunan Jalan Trans Papua bekerjasama dengan Zeni TNI Angkatan Darat pada saat pembukaan hutan dan pembentukan badan jalan. Selanjutnya pada saat konstruksi, akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR.

Selain rawan konflik, kondisi cuaca dan medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam mengerjakan pembangunan jalan. Sebab pekerjaan harus membawa material dan alat berat ke lokasi. (Uji Sukma Medianti/JP)

Komentar

BERITA LAINNYA