Bangka Selatan

Di Toboali, Juga Ada Soal Obat Kadaluarsa

Ilustrasi Peredaran obat kadaluarsa - Di Toboali, Juga Ada Soal Obat Kadaluarsa

SETELAH pasien menggunakan infus kadaluarsa meninggal dunia di RSU Depati Hamzah Pangkalpinang sempat heboh, ternyata di Toboali, Bangka Selatan (Basel), sebelumnya terjadi pula kasus serupa. Namun, bukan infus, melainkan obat, dan pemakainya tidak meninggal dunia.

Seorang ibu berinisial DM (30) warga Toboali mengaku bayinya yang baru berumur 3 tahun sempat diberikan obat kadarluarsa yang dibelinya di salah satu apotik di Toboali. DM menceritakan, kejadian ini sekitar tanggal 7 Oktober lalu. Dimana saat itu si anak oleh keluarga dibawa ke RSUD Toboaali. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter merekomendasikan untuk menebus resep obat lalu DM membeli di apotik di Toboali.

Setelah menjalani perawatan dan mengkonsumsi obat yang dibeli, kondisi si bayi justru drop. Setelah diusut baru diketahui ternyata obatnya sudah kadaluarsa.

"Setelah saya tahu persoalan seperti ini, maka saya mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak yang bersangkutan termasuk apotik yang menjual obat kadarluarsa tersebut, tapi apa yang saya dapatkan, bukan jawaban apalagi permohonan maaf. Mereka malah menyalahkan pihak lain,'' ujarnya.

Laman: 1 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top