oleh

Imunisasi MR, Kemenkes Bakal Pakai Segala Cara?

PELAKSANAAN vaksin Maesles Rubela (MR) di sejumlah wilayah di luar Jawa yang digelar pada Agustus dan September lalu tidak mencapai hasil yang maksimal. Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan kembali melakukan vaksin MR dengan fokus pelaksanaannya pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kemenkes optimis pelaksanaan imunisasi MR selanjutkan akan mencapai target. Salah satu alasannya Kemenkes telah bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Begini, memang ada beberapa daerah untuk pelaksanaan imunisasi MR-nya tidak mencapai target yang sudah ditentukan. Memang masih sulit untuk meyakinkan masyarakat yang punya anak untuk diberi vaksin MR. Saya akui itu. Namun kita tidak boleh putus asa dan kita akan terus bekerja untuk mencapai terget yang sudah kita tentukan,” tegas Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Nila Moeloek usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di gedung Parlemen, Senin (22/10) petang kemarin.

Loading...

loading...

Menurut Menkes, pelaksanaan imunisasi MR sebelum ada kerjasama dengan MUI angkanya memang di bawah. Namun, setelah dilakukan kerjasama dengan MUI, hasilnya meningkat. “Saat ini angkanya sudah 62 persen dan itu data pada minggu kemarin. Mudah-mudahan angka tersebut bisa lebih meningkat lagi,” ujar Nila Moeloek.

Dirinya optimis bahwa angka imunisasi MR bisa lebih baik setelah ada kerjasama dengan MUI. “Saya optimis angkanya bisa berubah karena selain ada kerjasama dengan MUI, semua Dinas Kesehatan di daerah dan kepala daerahnya juga bergerak mengajak masyarakatnya untuk memberikan vaksin MR. Memang, masih ada beberapa daerah yang masih sulit untuk menerima imunisasi MR dengan berbagai alasan. Tapi kita tetap yakinkan mereka bahwa imunisasi MR merupakan hak anak yang harus diberikan,” jelasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA