oleh

Icah Lapor ke KPAD Babel, Minta Ambil Anaknya

Babelpos.co  PANGKALPINANG – Upaya istri anggota DPRD Kabupaten Bangka, Icah untuk mendapatkan anak semata wayangnya dari sang suami terus dilakukan. Kamis siang (26/7/2018), Icah yang bernama lengkap Dwi Icah Yanti Oktari didampingi tim penasihat hukumnya mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPAD Babel).

Dalam laporannya Icah menceritakan bagaimana perilaku suaminya Sumantri, anggota DPRD Bangka kepada Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi, SH. Termasuk sifat tempramental politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut. Karena itu menurutnya, ia mengkhawatirkan keberadaan anaknya.

“Saya berharap dan ingin anak saya dalam asuhan saya. Saya tidak ingin anak saya diasuh orang lain. Seperti sekarang anak saya dititipkan dia (Sumantri) kepada mantan istri pertamanya. Saya tidak rela Pak, mohon bantu saya mengambil anak saya biar saya yang mengasuhnya, saya ibunya bukan orang lain,” tutur Icah di hadapan Sapta.

Sejak berpisah lanjut Icah, anaknya yang masih balita berusia 18 bulan itu sudah lebih dari tiga minggu tidak mendapatkan ASI. Kini anaknya hanya mendapatkan susu formula yang diberikan Sumantri.

“Saya mohon KPAD dapat membantu agar saya yang mengurus anak saya. Saya tidak rela anak saya diasuh orang lain. Saya khawatir masa pertumbuhannya terganggu,” ucap Icah.

Dr. Adystia Sunggara kepada wartawan menyebutkan, aduan Icah sudah diterima Ketua KPAD Babel langsung dengan Surat Tanda Penerimaan Pengaduan (STPP) Nomor 18/KPAD BABEL/VII/2018. Pihaknya berharap KPAD Babel segera bertindak terhadap aduan tersebut.

“Kita dalam kapasitas mendampingi klien kami Ibu Icah yang meminta anaknya dapat kembali ke pangkuan ibunya. Kami meminta KPAD dapat segera menggandeng pihak kepolisian untuk berkoordinasi membantu menjemput anak itu kemudian diserahkan kepada ibu kandungnya. Kita khawatir perkembangan dan pertumbuhan anak yang masih balita itu terganggu dengan kondisi yang tidak sewajarnya,” papar Adystia didampingi Fauzan Hakim SH, Hendra Irawan SH, MH dan Agus Hendrayadi, SH, MH tadi malam.

Kondisi tidak sewajarnya itu lanjutnya terkait dengan persoalan rumah tangga Icah dan Sumantri yang kini berada diujung tanduk yang rentan kekerasan. Karena itu, akan lebih baik jika anak tersebut diserahkan kepada ibunya.

Komentar

BERITA LAINNYA