oleh

Hukum Adat Sindang Mardika (Bagian Keenam)

Oleh: Akhmad Elvian – Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung, Penerima Anugerah Kebudayaan —

MASYARAKAT pribumi Bangka Belitung orang Darat atau orang Gunung (hill people) memiliki kearifan lokal (local wisdom) tentang pemanfaatan tanah dan hutan/rimba, begitu juga dengan orang Laut pribumi Bangka Belitung orang Sekak memiliki kearifan lokal tentang pemanfaatan pesisir, pulau-pulau kecil dan laut sebagai ruang wilayah kehidupannya.

Loading...

—————

KEARIFAN lokal yang paling utama pada masyarakat Bangka Belitung adalah sangat menghargai fungsi tanah, hutan dan air. Tanah diciptakan Tuhan dan tanah awalnya adalah kepunyaan kesatuan hukum kampung atau milik komunal dan bukan kepunyaan individu atau pribadi. Hasil-hasil hutan dapat diambil oleh masyarakat, seperti aneka macam buah-buahan hutan, hewan buruan, madu lebah, lilin madu, telur burung, ikan di sungai, rotan, damar, bambu, gaharu, kayu wangi, mengkuang (pandan hutan), beberapa jenis kayu untuk peramu rumah, untuk junjung sahang (lada) dan untuk membuat bagan (kelong), serok, serta berbagai macam hasil hutan lainnya. Begitu juga dengan hasil-hasil laut seperti ikan, kerang-kerangan, teripang, rumput laut dan hewan laut dapat diambil oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.

Dalam pemanfaatan hasil hutan dan hasil laut masyarakat pribumi Bangka Belitung hanya mengambil seperlunya untuk kebutuhan kehidupan keseharian dan khusus untuk buah-buahan. Masyarakat pribumi Bangka hanya mengambil bagian buah-buahan yang bila dipanjat hanya dapat dijangkau oleh tangan atau menunggu buah-buahan tersebut jatuh ke tanah. Masyarakat pribumi Bangka menyadari, bahwa tanah dan hutan serta hasil hutan merupakan anugerah Tuhan dan milik bersama (komunal), bukan hanya untuk kepentingan manusia akan tetapi juga untuk kepentingan makhluk hidup lainnya.

Hasil-hasil laut diambil oleh orang-orang Sekak pribumi Bangka Belitung dengan peralatan dan cara yang sangat tradisional dan sederhana sehingga kelestarian laut dan pesisir selalu terjaga dengan menggunakan perangkap (bubu), pengait kecil (tuntun), pengait besar (tunek), jaring (puket), garuk (cakur), tombak kecil (penikam), tombak besar (tirok), tombak bergigi tiga (rampang), seruit (mata tali), dan pisau untuk kerang besar (penusuk). Hasil-hasil laut yang diperoleh orang Laut orang Sekak kemudian ditukar dengan kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, gula, pakaian dan peralatan hidup lainnya.

Komentar

BERITA LAINNYA