oleh

Hap… Lalu Ditangkap..

CICAK-cicak di dinding diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, hap… lalu ditangkap…. (lagu anak-anak)
HOAK-HOAK di media… diam-diam melebar… datang si ekor nyamuk… hoak… lalu ditangkap… (lagu enak-enak…)

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup —

loading...

MAAF, ini tahun politik. Semua bisa digoreng, kecuali nyamuk dan cicak…
”Maaf, cicak bisa digoreng, lalu masukkan ke dalam buah pisang, hap lalu ditelan. Konon bisa jadi obat gatal.”
”Gatal apa?”
”Gatal dalam arti yang sebenarnya, bukan gatal mulut ingin bicara, apalagi gatal tangan ingin menulis…”

***

SEKIRANYA… Kasus hoak-nya Ratna Sarumpaet terjadi tahun depan 2019, mungkin ‘penggorengan’ yang ada sekarang ini terasa tak cukup. Minyak goreng juga terasa kurang. Maklum sangat strategis dan seksi untuk ‘digoreng’ guna menyerang salah satu kandidat pasangan Capres/Cawapres.

Tapi… lihatlah.. Sekali lagi, ini dari kacamata politik. Apa yang terjadi dengan Ratna Sarumpaet tak hanya sekadar soal kebohongannya yang dikuak. Tapi ada yang berpandangan ada skenario lagi di balik itu. Ada ini.. ada itu… ada inu… ada iti… Entahlah apa namanya. Intinya, dalam politik apa yang seksi dibahas dan diulas seolah tak berkesudahan, ada intrik, ada taktik, entah ada apa lagi.

***

SEKIRANYA… lagi. Premium yang dinaikkan menteri dan ditunda oleh Jokowi –yang juga Capres itu juga terjadi tahun depan. Mungkin dan lagi-lagi mungkin ‘penggorengan’ dan sekalian minyaknya yang ada sekarang takkan cukup. Maklum, yang namanya isu seputar BBM –apatah lagi– seperti premium yang menyangkut hajat hidup orang banyak –menengah ke bawah– sangat seksi untuk ‘digoreng’, maklum banyak suara rakyat yang dibutuhkan di sana.

Komentar

BERITA LAINNYA