oleh

GJS Atok Kulop Sinergi Bareng Racana IAIN SAS

Memetik duku di tengah hutan
Terjeratlah akar saat melangkah
Manfaatkan waktu untuk kebaikan
Walau hanya tukang antar sedekah
(Pantun Atok Kulop)

PANGKALPINANG – Proses pembelajaran, tak melulu harus didapat dari kegiatan tatap muka di kelas. Tak mutlak juga dihadapkan pada sebuah textbook untuk dibaca. Nilai sebuah pembelajaran, bisa didapat dari alam, lingkungan, atau dari mana saja, yang mendukung proses menuju arah kemajuan.

Loading...

loading...

Setidaknya, ini dirasakan oleh pasukan Pramuka Racana IAIN Syaikh Abdurrakhman Siddik. Beberapa nilai pembelajaran terpenting, mereka dapat dari kegiatan Gerakan Jumat Sedekah (GJS) Atok Kulop. Jumat, 28 Desember 2018, Racana IAIN SAS ikut dalam proses pendistribusian gerakan bersedekah 500 nasi kotak, yang sudah berjalan dua tahun ini.

Husnun Nisa, Ketua Dewan Racana Putri IAIN SAS, mengatakan nilai pembelajaran terpenting dari GJS yang diikutinya adalah kepekaan sosial. Dengan terjun langsung ke tengah masyarakat dalam pendistribusian GJS, jiwa sosialnya jadi lebih terasa.

“Sebelumnya saya nggak detil memperhatikan lingkungan sosial. Sekarang bisa tahu apa sih yang dibutuhkan. Meski kami tidak menyumbang secara langsung, tapi dengan ikut mengantarkan sudah memberi pembelajaran baru bagi kami,” kata Nisa.

Secara jujur, dia mengatakan tulisan di baju yang dikenakan tim GJS Atok Kulop yang mebdampingi dia dan kawan-kawan dalam membagikan nasi kotak, dirasakannya sangat menyentuh.

Komentar

BERITA LAINNYA